Jumrah Aqabah, Thawaf Ifadhah dan Ujian Kesabaran 2

December 12, 2009 at 11:39 pm 16 comments

10 Dzulhijjah 1430H / 27 November 2009

Hari ini kaum muslimin di seluruh dunia merayakan ied mubarak, yaitu iedul Adha… Manasik yang dilakukan oleh jamaah haji pada hari ini adalah jika telah terbitnya matahari, mereka berjalan menuju Mina untuk melakukan jumrah aqabah, menyembelih hadyu dan mencukur rambut (tahallul awal).

Pada hari ini, aku dan suami memisahkan diri dari rombongan (tanazul) untuk melaksanakan rangkaian manasik berupa lempar jumrah aqabah dan thawaf ifadhah. Rombongan akan melakanakan thawaf ifadhah yang dijadikan satu dengan pelaksanaan thawaf wada’ pada tanggal 13 Dzulhijjah nanti.

Sebelum berangkat menuju jamarat, aku melihat jalanan di depan perkemahan kami penuh sesak bin padat oleh jamaah yang akan melakukan jumrah aqabah pada pagi hari. Sehingga suami memutuskan untuk berangkat sekitar pukul 10.30 pagi.

Aku melangkah dengan penuh semangat…bersama dengan suami keluar dari perkemahan menuju jamarat, tak lupa kami memungut kerikil di jalanan sebanyak 7 butir. Jarak antara jamarat dengan perkemahan kami kurang lebih 3 km, dan ditempuh selama sekitar 1 jam dengan berjalan kaki.

Perasaanku pada hari ini gembira sekali…sehingga aku melangkah dengan ringan dan penuh semangat sambil mengumandangkan talbiyah di sepanjang perjalanan kaki kami menuju jamarat…

Jalanan yang kami lalui tidak sepadat pada pagi hari, meskipun pada titik-titik tertentu terlihat padat dan macet. Tampak di atas bukit pada gambar adalah komplek istana kerajaan saudi, bila raja dan anggota keluarganya mabit di Mina untuk pelaksanaan haji…, sebenarnya komplek istananya luas dan panjang, namun aku tak sempat memotretnya dari depan…

Foto di atas menunjukkan suasana ketika kami sudah mulai memasuki terowongan khusus untuk pejalan kaki menuju jamarat… Suasananya mulai sesak dan padat oleh manusia. Hingga sering sekali sepatu sandalku terinjak oleh orang yang ada di belakangku dan aku terpaksa membetulkannya sambil berjalan…

***

Hingga sampailah kami pada jalanan menanjak dan terlihat bangunan tabung  5 tingkat yang digunakan sebagai jalan bagi jamaah untuk melempar jumrah untuk menghindari kemacetan dan kepadatan…

Akhinya aku memasuki bangunan jamarat untuk pertamakalinya Wew…subhanallaah….megah banget… dan sejuk… Ini adalah tempat untuk melempar jumrah ula…

Dan ini adalah tempat untuk melempar jumrah wustha…

Di kejauhan tampak tempat untuk melempar jumrah aqabah. Dinamakan jumrah aqabah dikarenakan letaknya yang paling dekat dengan Makkah…

Alhamdulillaah…aku dan suami sudah melempar jumrah aqabah… Suasana sangat ramai, namun kami mencari tempat di pojok kiri yang lebih sepi… sambil mengucapkan takbir pada setiap lemparan.  Anggapan yang perlu diluruskan selama ini, bahwa melempar jumrah bukanlah untuk melempar setan, tiada lain hanyalah untuk melaksanakan manasik dan dzikrullaah…

***

Kami melanjutkan perjalanan menuju Makkah… Subhanallah… terlihat lautan manusia mengalir bak air bah menuju tempat yang sama, yaitu makkah al mukarramah…namun kami bisa berjalan dengan tenang dan leluasa…alhamdulillaah…

….

Psssttt….liat pengemis kecil itu?? Aku merasa prihatin… di sana banyak pengemis, kebanyakan wanita negro dan anak-anak kecilnya… Tak semuanya perlu dikasihani.. Aku melihat dengan mata kepala sendiri, anak kecil itu membohongi kami dengan berpura-pura kedua tangannya buntung… Bahkan ada cerita dari rekan suami, tentang para pengemis itu. Ada seorang wanita pengemis, ketika sedang ‘dinas’, Hp-nya berbunyi, ketika diangkat..ehh..ternyata Hp-nya merek Nokia tipe N73 dan… yang lebih menakjubkan lagi.., saat lengan tangannya tersibak…terlihatlah serentengan gelang emas yang melingkar di lengannya… weleeeh…*.^

….

Aku sendiri lebih senang berderma pada para tukang sampah di saudi. Mereka nyata kerjanya dan tidak meminta-minta pada manusia…namun mereka mau menerima bila ada yang memberi uang ala kadarnya…

Jarak Jamarat – Makkah sepanjang kurang lebih 3,5 km… Kami sudah mulai merasa haus dan lapar, sehingga beberapa kali berhenti untuk minum dan makan… Kaki ini sudah terasa pegal…namun akan terasa ringan bila digunakan untuk berjalan cepat, kalau lambat malah akan terasa sekali kram dan pegalnya…

Perjalanan dilanjutkan… akhirnya kami tiba di depan terowongan Mina yang fenomenal itu. Tahun 1990, ratusan jamaah haji indonesia tewas di terowongan ini…

Ini suasana di dalam terowongan yang panjangnya mencapai 1 km tersebut… Terasa mencekam, karena aku membayangkan kejadian saat peristiwa naas belasan tahun silam yang menimpa jamaah haji kita, namun asyik juga… karena kami berjalan dengan para jamaah haji lainnya secara rame-rame…

***

Kami sampai di masjidil haram saat jamaah selesai melaksanakan shalat jumat…. Tak terkira ramai dan padatnya manusia yang keluar dan yang masuk menuju masjidil haram. Untuk keamanan diri, aku berjalan di belakang suami…

Sebelum melaksanakan shalat dhuhur, aku bertahallul awal dulu, dengan memotong rambut sepanjang ujung jari ( sekitar 1.5 cm). Lalu aku dan suami melaksanakan thawaf ifadhah di lantai dasar…mendekat ka’bah…

Subhanallaah…sesaaaaaaakkk dan paddaaaattt bangeeett..!! Alhamdulillah aku berhasil mengambil gambar saat mendekat rukun Yamani… Strategi yang kami terapkan adalah…aku berjalan di belakang suami sambil berpegangan padanya… Aku terdesak dan terpepet oleh jamaah yang tinggi-tinggi dan besar-besar… Ya Allaah…, mataku sering terpejam sambil berjalan pelan-pelan, hanya bisa melangkah beberapa cm…, sambil mengucap istighfar… Lebih banyak aku beristighfar dan berdoa untuk diri, suami dan orang tua, karena tidak bisa berkonsentrasi untuk mendoakan keluarga dan karib kerabat…

Arus semakin padat hingga waktu ashar tiba. Berkumandanglah adzan…seiring dengan selesainya thawaf kami. Seperti biasa.. arus thawaf menjadi terhenti…timbul kepanikan dan histeria… Kami menerobos keluar… hingga akhirnya shalat ashar didirikan, kami hanya bisa shalat di tangga sambil duduk, dikarenakan penuh sesaknya manusia pada waktu itu… Wahh..aku dah pasrah kalo mau diusir sama polisi, sambil shalat dan berdoa dalam hati… Kudengar manusia panik dan histeris…karena terjepit dan terdesak arus… Banyak wanita yang menangis… Akhirnya, alhamdulillah…aku berhasil menyelsaikan shalat tanpa pengusiran…hehehe….

***

Kemudian, setelah terlepas dari kepadatan manusia, aku dan suami mencari tempat untuk shalat sunnah thawaf dan dilanjutkan dengan sa’i haji di lantai dasar.

Ini adalah bukit shafa asli dari lantai dasarnya…

Dan ini adalah bukit marwa di lantai dasar… Selama sa’i pada umrah pertama dan kedua, kami selalu melakukannya di lantai 2.

Menjelang maghrib…rangkaian rukun manasik haji kami selesai sudah… dengan ditandai selesainya pelaksanaan sa’i haji (tahallul tsani) alhamdulillaah…

***

Kami keluar dari haram, dengan niatan ingin kembali ke perkemahan… Dan inilah awal dari ujian kesabaran 2. Suamiku berkelakar, ” Selesai sudah rangkaian rukun hajimu.. Sekarang kamu sudah bisa dipanggil bu hajjah…hehehe…” Weleeeh….biasa aja lagi!! Ga usah lebaayyy… :)

Kami menunggu taksi di jalanan… Jarang banget yang menuju ke perkemahan kami..kalaupun ada, sopirnya meminta harga yang selangit… Umumnya, angkutan yang bisa melewati perkemahan kami hanyalah minibus atau bus besar yang biasa mengangkut kami…

Sampaaaiiii maghrib berlalu… Akhirnya kami berjalan ke bawah jembatan layang, tempat biasanya rombongan kami kumpul menunggu bus. Aku dah ga sabar pingin cepat sampai ke tenda…pingin istirahat… Namun memang angkotnya sangat jarang… Hingga ada angkutan yang disopiri oleh orang pakistan, yang katanya bisa mengantarkan ke tempat terdekat ( 1,5 km) dari kemah kami, minta ongkos 20 real per orang…

Namun ternyata, antara lisan dengan kenyataannya tak sinkron, kami diturunkan di tengah jalan yang masih sangaaaat jauuuuh dari kesepakatan awal… Dia rupanya gak nyadar, ini di tanah suci…, semuanya ada balasannya masing-masing… Tapi…, sudahlah… Akhirnya kami mengalah… Jalan kaki lagi untuk cari taksi…

Alhamdulillah dapat taksi untuk menyambung perjalanan ke tempat yang kami maksud… Kami turun di tanah lapang yang sepi, bekas orang-orang semalam mabit di Muzdalifah….

***

Kami berjalan kaki menyusuri jalanan yang lengang… walau lelah tapi tak terasa lagi… Berganti dengan ceria dan semangat yang muncul lagi…siap berjalan sejauh 1,5 km… ^^

Perjalanan terus berlanjut… perasaan, sewaktu umrah dulu, aku pernah berjalan-jalan ke daerah ini, malah distop sama polisi tak boleh masuk area perkemahan…

Di dekat perkemahaan, banyak orang yang berjualan cinderamata…, kayak pasar malam saja tuuh… (psstttt…nanti aku akan ceritakan pengalamanku shopping di pinggir jalan ini pada tanggal 12 Dzulhijjah malam…^^)

Alhamdulillaaah…akhirnya sampai juga kami di ‘rumah’ sendiri… :)

(bersambung…)

About these ads

Entry filed under: umrah dan haji. Tags: .

Nasib Mereka di Padang Pasir Kegiatan di Hari Tasyrik

16 Comments Add your own

  • 1. kakaakin  |  December 13, 2009 at 1:36 am

    Subhanallah…
    Jurnalnya komplit banget :)
    Ternyata kini bukit Safa dan Marwa itu seperti itu toh…

    alhamdulillaah… :)

    Reply
  • 2. Triunt  |  December 13, 2009 at 3:13 am

    Ni reportnya Mbak Sunflo yang Triunt paling familiar sama foto2nya.

    Owh terowongan Mina itu ya, panjang juga yah.
    di Kabah bisa foto-foto to Mbak, kirain bakal dilarang :)

    wow pas melempar Jumrah rame banget :o

    katanya dulu emang ga boleh…tapi sekarang udah boleh kok yunt…^^

    Reply
  • 3. reinkhadija  |  December 13, 2009 at 4:36 am

    Bundo baru lihat safa dan marwa d lantai dasar, kmrn itu sewaktu umrah hanya di lantai 2 gitu ya, yang sejajar ka’bah.

    hwaaa, perjalanan yang mendebarkan ya sunflo.. penuh getaran.

    ya bundo…btw…sempat btanya-tanya..siapaaa ini?? ternyata… :)

    Reply
  • 4. nakjaDimande  |  December 13, 2009 at 4:41 am

    owalaahh, tadi rein anak bundo make laptop lupa di logout.. jadi aja komeng bundo pake nama rein. hehehhhhe

    ya kaan.. wah, putri bundo ngeblog juga?? meluncur ke lokasi aah.. :)

    Reply
  • 5. bintangtimur  |  December 13, 2009 at 4:48 am

    Halo Ibu Hajjah…
    Wah, sudah sah beneran ya cerita ibadah haji-nya :)
    Ternyata disana juga banyak kesamaan dg di daerah-daerah lain, pengemis misalnya, pake bohong-bohong segala lagi…
    Saya juga lebih suka berderma pada orang bekerja yang masih mau berusaha. Apapun itu… :)
    Ditunggu kelanjutannya ya!

    wadooww sis..jadi malu neh.. haha..ga di sono, di sana or di sini…. sama ajah tuh sis, kirain cuma di indo ajah… weleh… yoi..sabar yaa…nantikan seri berikutnya…hehe…

    Reply
  • 6. mamah aline  |  December 13, 2009 at 5:59 am

    begitu lengkap liputan tawwaf dan jumrah sampai kemudian bisa kembali sis, membuatku ingin segera menyusul jejakmu menjadi tamu di rumah Allah, doakan aku ya…

    inshaAllah aq kan doakan jenk…semoga dipermudah jalannya yaa..^^

    Reply
  • 7. miss tary  |  December 13, 2009 at 9:12 am

    flo, dengan foto2 ini, rasanya aku bisa liat mekkah lebih dekat, semoga Allah membukakan jalannya ya aku bisa menuju kesana.

    aamiin..semoga Allah mudahkan jalan bagimu untuk ke sana ya ry..^^

    Reply
  • 8. nakjaDimande  |  December 13, 2009 at 9:57 am

    rein barusan lapor klo auntie sunflo memborbardir dia dgn komeng. karena lagi banyak PR jadi Rein titip sun buat auntie lewat bundo, ok.. makaciy auntie :D

    habiss…puisinya cakep-cakep bundo…^^

    Reply
  • 9. Dangstars  |  December 13, 2009 at 12:48 pm

    Alhamdulillah sahabat kita ini telah berbagi potonya.yang sangat luar biasa bagi saya :D
    Terimakasih

    sama-sama pak…^^

    Reply
  • 10. Fais  |  December 13, 2009 at 1:59 pm

    kpn2 kLo mo brangkat ajak2 aku ya…

    hehe…lagi jauh neeh..^^

    Reply
  • 11. vany  |  December 13, 2009 at 4:38 pm

    laporannya komplit bgt, mbak…
    foto2nya jg keren…
    perjalanannya indah dan menyenangkan pastinya…
    semoga mjd haji yg mabrur ya, mbak… :D

    aamiin … makasih van..^^

    Reply
  • 12. bundadontworry  |  December 15, 2009 at 10:17 am

    laporan yg lengkap dgn foto2, membuat tambah rindu ingin kesana lagi ( nggak egois khan ?)
    memang dlm ibadah ini sangat diperlukan stamina yg prima, krn banyak kegiatan yg dilakukan mengandalkan tenaga.
    terima kasih krn telah berbagi, Mbak.
    salam,

    hehehe..gpp bund, setiap jiwa yg pernah k sana, pasti rindu ingin ke sana lagi, saya juga bund… semoga info sunflo bermanfaat ya bund…^^

    Reply
  • 13. alisnaik  |  December 15, 2009 at 6:35 pm

    sekarang tembok buat lempar jumrohnya itu sudah lebar ya ?
    sebelum2nya kan cuma tiang aja.

    hmmm,
    ceritanya detail juga, mbak.
    apa mbak berhaji sambil bawa catatan ya ?? ;)

    cuma bekal hape ma gambar ajah roel…catatannya ada di ingatan…kalo ada gambar, mengalirlah kata-kata n tangan bergerak tuk mengetik…bgono…

    Reply
    • 14. alisnaik  |  December 17, 2009 at 11:26 pm

      begitu ya prosesnya :o

      ho oh…

      Reply
  • 15. marisa  |  May 26, 2010 at 2:28 pm

    mba sayang..
    kalau haji atau umrah,apa wanitanya juga pake baju putih??
    atau boleh pakaian warna selain putih??klo diindonesia kan rata2 putih mba…

    bebas bajunya yang penting nutup aurat… aq ajah pake aabaya item

    Reply
  • 16. Negeri Seribu Cinta  |  December 27, 2010 at 8:03 pm

    perjalanan yg sungguh indah
    saya mohon copy foto bukit shafa
    terimakasih banyak
    catatan perjalanan yg bermanfaat sekali
    salam ukhuwah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 2,999,104 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Kicauanku

  • Seolah kamu ada di sepanjang pemandangan yg kulihat dr jendela ini dlm safarku.. Tnyata kamu ada di sini.. Di benak ini.. :-| 2 days ago
  • U're always on my mind From the time i wake up Till i close my eyes... U're every where i go U're all i know... ~sedih deh... :( 2 days ago
  • ... Tell me where do i start Coz it's breaking my heart I don't wanna let u go ... 2 days ago
  • My heart keep telling me That if i really love u I've gotta set u free.. 2 days ago
  • U're always on my mind From the time i wake up Till i close my eyes... U're always where i go U're all i know... ~sedih deh 2 days ago

Flickr Photos

060120131133

2013-01-06 20.13.31

2013-01-06 22.18.13

2013-01-06 22.53.12

2013-01-06 22.53.25

More Photos

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 370 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 370 other followers

%d bloggers like this: