Umrah Pertamaku (Part 1)

August 5, 2009 at 2:44 pm 1 comment

masjdharmAlhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Ta’ala yang telah memperkenan aku mengunjungi haramain,menjadi tamuNya dalam rangka melaksanakan ibadah umroh. Di sela kehidupan asingku di negeri orang, yang dibumbui dengan aroma tidak betah, home sick, teringat rumah dan lingkungan tempat tinggalku, aku merasakan suatu rasa yang lain ketika mengunjungi haramain, kedua kota itulah yang membuatku betah di Saudi, serasa di rumah sendiri.

Perjalanan umrah dengan suamiku, diawali dengan keberangkatan hari rabu, 20 Mei 2009, setelah sholat ashar, langsung menuju Makkah al Mukaramah. Sekitar pukul 02.00 kamis, 21 Mei 2009, kami tiba di miqat dan melaksanakan tata cara berihrom. Setelah itu,  sepanjang perjalanan menuju masjidil haram, kami bertalbiyah. Kutangkap bayangan pegunungan berbatu yang mewarnai sepanjang perjalanan kami, sambil kubayangkan sembari bertanya dalam hati,bagaimana dulu Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam dan para sahabatnya hidup di daerah seperti ini. Pemandangan yang luar biasa. Di atas gunung berbatu cadas itu ada beberapa rumah penduduk yang bertengger di atasnya (Gimana cara bangun rumahnya yach??…)

Pukul 03.00 waktu setempat kami tiba di Makkah dan langsung menuju penginapan serta bersiap-siap melaksanakan sholat subuh berjama’ah di Masjidil Haram. Kulangkahkan kaki bersama suami menuju baitullah. Di sepanjang jalan kami jumpai banyak orang yang berduyun-duyun dengan penuh semangat menuju masjidil haram, perjalanan jalan kaki kami tempuh selama 15-20 menit. Di sepanjang perjalanan kujumpai kegiatan proyek pengembangan masjidil haram, berupa alat-alat berat dan bangunan yang berantakan, sudah atau akan dirobohkan.

Semakin dekat, semakin dekat… kutangkap menara-menara masjidil haram, semakin dekat, semakin dekat… komplek masjidil haram ada di depanku… subhanallah… haru, takjub, senang, bersyukur, indah, megah … berbagai perasaan bercampur aduk di dada.

mjdhrmSampai di depan salah satu pintu masjid, kubaca doa masuk masjid, dan pas waktu itu shalat subuh dimulai, aku langsung cari tempat buat shalat. Nikmat rasanya, serasa mimpi, aku menjadi makmum imam masjidil haram yang selama ini hanya bisa kunikmati suaranya di kaset atau kulihat di layar TV. Selesai sholat seorang wanita di sebelah bertanya dengan menggunakan bahasa Arab, gelagapan juga aku, soalnya aku tidak bisa bahasa Arab, tapi aku bisa menangkap maksud pertanyaannya,yang kurang lebih, “Apakah ini sholat subuh? Bukan sholat sunnah fajr? Betul sholat subuh?” Kujawab saja dengan anggukan kepala, sambil ngomong sebisaku. Lalu dia hubungi seseorang,mungkin suaminya untuk pergi. Kulihat jama’ah yang lain juga pergi keluar masjid. Ketika dia pergi, kudengar ada seruan sholat, terus imam bertakbir, orang-orang sebagian berdiri. Wah…kontan aku panik, sambil celingukan nyari wanita tadi, barangkali ini emang sholat subuh beneran! Tapi aku heran, kok imam gak baca al fatihah? “Ah… mungkin ini sholat bagi yang masbuq..”, pikirku.

Setelah selesai, aku bersama suami bergegas untuk melaksanakan thawaf. Kutanya,”Tadi shalat apa barusan?” Jawab suamiku, “Itu tadi sholat jenazah…” (Hhhaahh… ???!!).

Pelan tapi pasti, di tengah lautan manusia,baik yang akan keluar atau akan masuk ke dalam masjid, aku menuju ka’bah, baitullah. Mataku mencari-cari,dimana ka’bah berada. Kata suamiku, “Itu,ka’bah ada di depan..”. Dengan rasa gugup, deg-degan, gemetar dan haru kupandangi ka’bah dengan sangat, sambil kuucapkan puji syukur kepada Allah Ta’ala yang memperkenankan aku berada di sana. Aku ingat teman-teman dan saudara-saudara yang ada di Indonesia, yang belum tentu seberuntung ini. Alhamdulillah, segala puji bagiMu Yaa Allah ….

Ka’bah dengan kain penutupnya yang hitam legam dengan nuansa kuat, berdiri kokoh di tengah lautan manusia yang mengelilinginya. Aku dan suami sambil bergandengan tangan menuju garis hajar aswad  untuk mulai thawaf. Wah… sudah tak menghiraukan laki perempuan,muhrim atau bukan, seruduk sana seruduk sini, senggol sana sini, sebisanya aku menghindar, yaitu berjalan di belakang suami atau mencari barisan wanita. Kami lalui putaran demi putaran, sambil kupandangi ka’bah dengan takjub, haru, penuh syukur, kuucapkan doa sesukaku, untuk diri sendiri, keluarga, kerabat dan teman-teman sambil tak lepas mataku dari ka’bah atau kuarahkan pandanganku ke langit.

Ada satu pemandangan yang luput kuabadikan. Bulan sabit dan sebuah bintang yang seolah menyambut kedatanganku sejak di depan komplek masjidil haram, tampak semakin cantik kupandangi dari bawah ka’bah. Ka’bah yang hitam berdiri megah, di atasnya adalah langit biru dihiasi bulan sabit dan sebuah bintang, diapit oleh 2 menara masjidil haram yang ditaburi lampu gemerlapan. Aku tak sempat mengabadikannya karena rasa takjubku dengan nikmatNya padaku hari itu.

Selesai thawaf, kami bermaksud melaksanakan sholat sunah thawaf, aku masuk ke bagian perempuan untuk solat di sana, bener-bener menghadap ka’bah yang berdiri kokoh di depanku! 

DSC06102Setelah selesai sholat,aku dan suami,minum air zam-zam sepuasnya di situ sambil berdoa, alhamdulillah…. Segar, dingin, nikmat,hilanglah dahaga yang kurasakan. Tak kulewatkan untuk menelpon orang-orang yang kucintai (“Maakk… aku di depan ka’bah euy!!”)

 Ibadah selanjutnya yang akan kami laksanakan adalah sa’i. Kami menuju tempat sa’i yaitu bukit shafwa dan marwa. Ternyata yang kulihat bukanlah bukit seperti di Indonesia, tapi suatu lantai keramik yang agak menanjak. Dulu mungkin tempat itu adalah bukit yang agak tinggi. Karena yang dulunya lembah sekarang sudah dibuat lantai rata di dalam komplek masjidil haram. Kami ucapkan doa,takbir, tasbih dan tahmid. Kalau dihitung secara matematika, rangkaian thowaf dan sa’I, bisa mencapai berpuluh-puluh kilometer ditempuh dengan jalan kaki, lumayan juga kakinya. Terbayang dulu, ibunda nabi Ismail ‘Alaihissalam, Hajar, bolak-balik dari bukit shafwa-marwa, yang masih terjal dan tandus. Sekarang sih…. sudah enak! Lantai keramik, banyak kipas angin, di setiap sudut masjidil haram tersedia bergalon-galon air zam-zam dingin yang bisa kita minum sepuas-puasnya. Alhamdulillah… kita harus banyak bersyukur atas segala limpahan rahmat dan nikmatNya.

Setelah selesai, akhirnya aku bertahallul, dan setelah itu kami jalan-jalan, cari makan. Suami pingin ajak sarapan pagi makan bakso di warung mang Doel. Tapi karena areal pertokoan dan hotel di Mekkah sudah pada kena gusur, kami kesulitan mencari. Jalan kaki berkilo-kilometer, kulihat di kanan-kiri sebagian took-toko yang menjual cindera mata dan makanan. Yang menarik perhatianku adalah banyaknya populasi burung merpati liar di sekitar masjidil haram. Banyak wanita-wanita dan gadis afrika berkulit hitam yang menjajakan pakan burung, 1 real harganya. Kulihat ada seorang laki-laki yang dikerubuti burung-burung merpati karena menebarkan pakan. Aku? Sebenarnya pingin,tapi malu,lapar dan pegel kaki,  jadi …cuma bisa memandang dan mengaguminya. 

Sholat dhuhur kami gak bisa ke masjidil haram, akhirnya shalat di sekitar penginapan, kemudian makan siang. Sambil siap-siap untuk solat ashar di masjidil haram.

Akhirnya kami bisa juga sholat ashar berjam’ah di masjidil haram. Kali ini manusia yang thawaf, tampak lebih banyak bila dibanding ketika kami thawaf paginya. Aku cari tempat di bagian wanita, sebelumnya aku liat serombongan orang yang mengusung jenazah, kuhitung ada 3 jenazah waktu itu yang akan dishalatkan di masjidil haram. Kata suami, setiap waktu solat, di masjidil haram dan masjid nabawi selalu ada sholat jenazah.           

Setelah solat,kami keluar menemui salah seorang teman suami, ustadz Nurudin, yang mau ajak jalan-jalan ke Arafah, Mina dan Muzdalifah. Kami berjalan jauuuuuh sekali… (karena gak tau lokasi tempat ketemuannya). Kami sempat terjebak dalam lautan manusia di sepanjang jalan yang ada pasar kagetnya. Yang jualan orang-orang hitam,laki dan perempuan. Dagangan diletakkan di selembar kain di atas tanah. Sama seperti di Indo, kalau ada kamtib, mereka lari terbirit-birit menyelamatkan diri dan barang dagangannya. Ada salah seorang pejalan kaki yang menggodai mereka dengan berteriak seolah-olah ada kamtib. Jadilah mereka lari terbirit-birit, sehingga mendesa-desak orang lain. Dasar.. !!

Akhirnya ketemu juga. Capek juga kaki ini… Setelah masuk ke mobil, menjauhlah kami dari keramaian tersebut. Aku mulai rasakan musim panas di Saudi mulai naik ke titik yang semakin tinggi. Panas sekali… Tapi enjoy aja. Setelah solat maghrib,kami diajak keliling kota Makkah. Di Arofah, aku ditunjukkan Jabal Rahmah, yang ada tugu putihnya. Padang yang dipakai untukwukuf, dan kemudian ditunjukkan kemah-kemah yang jumlahnya buanyaaaak ….sekali, di daerah Mina. Subhanallah …. Terbayang jutaan manusia berkumpul di tempat tersebut dari berbagai negara pada musim haji.

Setelah selesai berkeliling, kami menuju penginapan untuk istirahat. Sambil bersiap-siap untuk perjalanan besok ke Madinah.

 Sebelum meninggalkan Makkah, aku dan suami menyempatkan shalat subuh berjama’ah di masjidil haram. Kali ini jumlah manusia yang thawaf, lebih banyak lagi dibanding kemarin. Sehingga kami tak bisa melaksanakan thawaf wada’. Sambil menuju pintu keluar masjid setelah shalat subuh, kupandangi lagi ka’bah, seolah mengucapkan selamat tinggal, sambil kuberharap bisa mengunjunginya lagi, inshaallah ..

Entry filed under: pertama kali. Tags: .

Antara Riyadh-Buraidah Umrah Pertamaku (Part 2)

1 Comment Add your own

  • 1. mio  |  November 3, 2009 at 9:38 am

    pengenn🙂, minta doanya ya mbak biar bisa menyusul, n smoga barokah buat mbak dan kluarga🙂

    aamiin…. inshaallah i’ll take u all, my bros and sis, in my prayer…^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

August 2009
M T W T F S S
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,960,791 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

Kalo ini buat kajian tahfizh tahsin pagi ini.
#milkypudding #pudingsutrabuah #pudingbuah #fruitpudding #dessert #jumatbarokah #blessedfriday #instapic Milky silky pudding fruit buat pagi ini.. #pudding #pudingsusu #pudingbuah #dessert #cucimulut #seger #enyakenyak #fresh #fruit

%d bloggers like this: