Umrah Pertamaku (Part 2)

August 5, 2009 at 4:42 pm 2 comments

masjid-nabawiPerjalanan di lanjutkan ke Madinah. Memakan waktu kurang lebih 4-5 jam. Sepanjang perjalanan pemandangan yang kulihat adalah gunung dan pegunungan batu cadas. Begitu juga ketika di Makkah, Thaif dan daerah sekitarnya. Jarang sekali ada rumah penduduk, bahkan tak ada. Hanya satu, dua, tiga bangunan kotak. Kalau tak ada AC atau mobil,berarti kosong tak berpenghuni. Di tengah perjalanan, menikmati pemandangan padang luas berbatu, tidak ada gurun pasir, adanya pegunungan berbatu, padang yang luas berbatu, aku merenungi,membayangkan gimana dulu nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya melalui semua ini. Belum ada bis,mobil, AC, minuman dingin, berjalan di tengah padang luas di bawah terik matahari menyengat, hijrah dari Makkah ke Madinah. Jauuuuuuhhh sekali… Subhanallah!! Pantaslah Allah Ta’ala ridho pada mereka, generasi terbaik ummat ini.

Panas semakin terasa. Kami berhenti di masjid Bilal dan meneruskan perjalanan ke rumah teman lama kami (Ust Muhammad Arifin dan keluarga) yang sedang menyelesaikan kuliah doktoralnya (S3) di Jami’ah al Islamiyah. Flatnya ada di tingkat 10. Dari jendela aku bisa memandang lepas kota Madinah. Tampak jauh di sana menara masjid nabawi. Aku juga ditunjukkan sebuah bukit yang diatasnya bertengger istana raja Arab bila ia sedang ada di Madinah.

Sore menjelang ashar kami berkemas-kemas menuju masjid nabawi. Aku pingin banget shalat disana. Aku harus ke toilet dulu buat wudhu. Di masjid nabawi tempat solat laki-laki dan perempuan benar-benar terpisah. Aku jalan-jalan sendiri ke toilet. Hanya berbekal tulisan yang ada di dinding. Tak lama kemudia terdengar iqamah,aku segera bergegas. Waahh… shaf di dalam sudah penuh! Sebagian wanita solat di luar. Aku nyelonong saja masuk ke dalam. Alhamdulillah…., lumayan,dapat tempat agak masuk sedikit. Mak nyesss… sesampai di dalam. Sangat kontras dengan suhu di luar. Aku ketinggalan 1 rakaat. Sama seperti di masjidil haram. Setelah shalat fardu di masjid nabawi juga ada solat jenazah. 

kubah hijauSetelah keluar di pelataran, aku minta ke suami agar ditunjukkan ke kubah hijau buat ambil gambar. Komplek masjid nabawi dulunya adalah kota madinah itu sendiri pada zaman Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam. Kami mengelilinginya selama 30 menit. Sambil berjalan, aku pandangi masjid nabawi. Sambil kuucapkan sholawat kepada Nabi Shalallahu’alihi wasallam. Ya Rasulullah…, sekarang aku ada di sini,mengunjungimu, walau aku belum pernah bertemu denganmu, tapi aku mengimanimu. Kuberharap syafa’atmu atasku kelak di hari kiamat….

Setelah itu, kami diantar oleh Ust. Abdullah Roy, mahasiswa S2 di Jami’ah Al Islamiyah,untuk berkunjung di masjid Quba’ dan makam para syuhada’ Uhud. Sebelum sampai ke masjid Quba, kami ditunjukkan masjid Jumat tempat nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam mendirikan sholat jumat pertama kali. Sampailah kami di masjid Quba untuk mendirikan sholat sunah 2 rakaat. Suasananya kayak tempat wisata di Indo, banyak yang jualan di sana, cinderamata, makanan, banyak yang jualan tasbih. Tempat sholat laki dan perempuan dipisah. Aku ngeloyor sendirian. PD abiiizzz….

DSC06123Masjid Quba adalah masjid yang pertamakali dibangun oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sebenarnya pemandangannya indah dan rada sejuk, karena banyak pepohonan. Gambar masjid yang banyak pohon kurmanya kuambil dari mobil, di depan masjid ada air mancurnya. Kami tak bisa berlama-lama karena akan melanjutkan perjalanan ke Jabal Uhud.

Tak seberapa jauh dari masjid Quba dengan menempuh perjalanan menggunakan mobil, terlihat sebuah gunung yang memanjang dari timur ke barat, dialah Jabal Uhud. Kami musti memutar jalan untuk cari tempat parkir. Aku turun dari mobil, hanya melihat-lihat. Sementara suami dan Ust. Abdullah Roy menuju ke makam para syuhada uhud untuk ziarah kubur. Angin bertiup kencang, udara sejuk, suasana syahdu….      

Kupandangi gunung uhud yang berdiri kokoh di depanku. Warnanya hitam legam kecoklatan, di bawahnya berdiri perumahan dan komplek kegiatan bisnis penduduk. Dari jauh,kupandangi para wisatawan yang mengerumuni makam dan menaiki Jabal Rummaat. Jabal Rummaat artinya gunung para pemanah. Dulu, pasukan pemanah Nabi Shalallahu ‘alihi wasallam di tempatkan di sana, pada posisi yang strategis, hingga mampu mengalahkan orang-orang kafir pimpinan Khalid bin Walid. Melihat musuh mundur, para pemanah turun ke bawah untuk mengambil harta rampasan perang, mereka melalaikan perintah nabi untuk tetap di tempat. Akhirnya, pasukan Khalid bin Walid gantian naik ke puncak gunung, dengan cara memutar arah, dan berhasil menghabisi pasukan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sejumlah 70 orang sahabat Radhiyallahu ‘anhum gugur di sana dan dimakamkan di situ pula.  

Dalam kebisuan suasana aku bergumam sendiri, “Ya Alloh, apa yang dulu terjadi di sini? Seperti apa suasananya?”  Kini tempat ini jadi tempat wisata. Banyak barang dagangan yang teronggok di tinggal penjualnya. Dulu bukit rummaat setinggi gunung uhud, tapi oleh para peziarah yang tidak bertanggung jawab, tanah gunung tersebut diambili. Segenggam segenggam kali berjuta-juta orang, sehingga bukit rummat menjadi berkurang ketinggiannya.

DSC06126Ini adalah gambar bagian tengah gunung uhud. Di bawahnya tampak perumahan penduduk. Kotak yang berwarna krem memanjang merupakan komplek makam para syuhada Uhud, jasad mereka tak lekang oleh tanah dan waktu, karena tanah merasa malu untuk memakan jasad para nabi dan syuhada, subhanallah …

DSC06125Ini adalah gambar gunung rumaat, yang mulai berkurang ketinggiannya. Banyak para peziarah yang naik ke atasnya. Aku sendiri, berdiri di lapangan parkir, tepat aku ambil foto di atas. Syahdu banget suasananya. Gunung uhud tampak tenang dan kokoh, saksi sejarah perjuangan Islam pada zaman Nabi kita Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi dan para sahabatnya mencintai gunung ini, entah kenapa aku juga jatuh simpati pada gunung ini…

Akhirnya, setelah selesai berkunjung, kami menuju terminal bus dalam negeri. Habis sholat maghrib yang dijama’ qashar dengan shalat isya’, kami pulang menuju Buraidah. Selesai sudah perjalanan umrahku pertama kali ini. Aku merasa senang, sepanjang perjalanan pulang, dalam gelapnya malam, kupandangi pemandangan luar berupa gunung dan pegunungan, tak ada lampu,nyaris tak berpenghuni. Langit cerah, banyak bintang di sana. Suatu pemandangan yang langka kujumpai di daratan Saudi, di kotanya atau di daerah yang banyak penduduknya. Bintang hanya muncul di daerah yang jarang penduduknya.

Kuberharap,semoga keluargaku, karib kerabat dan teman-teman, diberi kemudahan untuk mengunjungi haramain, menjadi tamu Allah Ta’ala…

Entry filed under: pertama kali. Tags: .

Umrah Pertamaku (Part 1) The Cheerful Sunflowers

2 Comments Add your own

  • 1. zuhairi misrawi  |  October 20, 2009 at 8:34 pm

    Mas, saya perlu foto kubah hijau untuk buku terbaru saya, MADINAH.

    uuphf….sejak kapan aku jadi maz-maz…, perlu bantuan saya ya pak?

    Reply
  • 2. noor rochim  |  March 18, 2010 at 12:09 am

    Kalo bisa aku dikirimi file berisi gambar gambar masjid. trims

    gambar masjid apa ya pak??😕

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

August 2009
M T W T F S S
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,959,441 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

Nasi Merah goreng cabe rawit spesial pake telor.

#nasigoreng #berasmerah #friedrice #menu #enyakenyak #nomnom #simplemenu #instafood #foodporn Ternyata setelah berhasil menguasai mobil, belajar motor itu jadi lebih mudah.

Aku udah bisa menaklukkan motor bebek manual ini, alhamdulillaah.. Dulu, diajari pake motor matic berulang kali, ga bisa-bisa. Setelah berhasil nyetir mobil, diajari sekali aka pake motor ini, langsung bisa ngacir.. Yaah.. Dengan prestasi, jatuh dua kali hehehe.. Hidupku jadi lebih normal sekarang, ga jalan kaki lagi n ngandelin sopir angkot.. :)) #motor #motorbebek #honda #belajarmotor #motorcycle #indonesiantransportation #me #experience #excited 
@munaayazid

%d bloggers like this: