Tetangga …oh…tetangga

August 31, 2009 at 2:21 am 4 comments

Meniti kehidupan di saudi, kami menyewa sebuah flat sederhana yang mau diajak kompromi dengan pundi-pundi kami, sebagai tempat bernaung dan berteduh… (puitis banget seeh??!!)

Satu flat yang kami tempati berlantai dua dan dihuni oleh 4 keluarga. Semuanya dari Bangladesh, hanya kami yang berasal dari Indonesia. Aku sempat parno dengan salah seorang tetanggaku yang tinggal di lantai bawah. Apa pasal?? Yach…walau beda negara, tapi masih ada satu kesamaan sebagai orang timur, sesama muslim, ada acara kunjung mengunjungi ke rumah penghuni baru, dalam hal ini adalah keluargaku.

Keparnoan pertamaku tercipta dari ciri khas mereka ketika mengetuk pintu yang bisa membuat jantungku push up gak karuan, denyutnya jadi berlipat-lipat, kayak mau copot. Kenapa??? Gedorannya kayak orang ngamuk! Padahal diketok sekali dua kalipun, aku masih bisa mendengar.. duuhh…!!

Keparnoan kedua tercipta dari lagaknya yang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), yang langsung menginspeksi total seluruh isi rumahku. Dengan pandangan bingung, kukuntit dia dari belakang sambil meladeni komentar-komentarnya. Yang lucu dari kami, kami sama-sama gak bisa bahasa arab, apalagi dia, gak bisa bahasa indonesia! Aku hanya bisa memahami kata, “Acha” dan “Nehi” yang terlontar dari mulutnya. Jadi, komunikasi kami lakukan dengan bahasa inggris. Itupun juga bubar jalan, nyalahi aturan…wiss…pokoknya yang penting kosakata keluar dah!!

Sesekali aku main ke rumahnya. Tapi gara-gara satu hal karena risih dengan komentarnya, aku jadi menghindar darinya selama 2 bulan. Berlalulah 2 bulan… hingga beberapa hari yang lalu dia bermain lagi ke rumahku. Kali ini sikapnya terlihat sopan, dia mengundangku untuk main ke rumahnya. Akupun dengan senang hati memenuhi undangannya. Untuk menebus perasaan bersalahku yang kurang mempergaulinya dengan baik.

DSC06858Kunjungan kali ini, sungguh luar biasa… Walaupun dia kurang enak badan, tapi dia dengan senang hati menyambutku. Aku dikenalkan dengan beberapa makanan khas negaranya. Berawal ketika dia berkunjung ke rumahku, dia merasa heran dengan masak bihun goreng yang kubuat. Dia bilang kalau di negaranya, bihun dimasak dengan susu dan rasanya manis, tidak gurih seperti di indonesia.

DSC06863Masakan pertama yang dia buat, namanya Shimay. Masak kare kentang campur kacang khumus (kayak kacang arab, tapi warnanya hitam) yang diurab dengan cincangan bawang merah, cabe hijau dan tomat, minyak mustard dan ditambah beras india yang dibuat brondong, kriuk…kriuk… Dengan menahan segala rasa, sambil cengar-cengir, aku memakannya dengan lahap…untuk menyenangkan hatinya bahwa aku menikmati masakannya…(padahal nie sodara, aku paling gak tahan sama yang namanya bawang merah….hhueekss!!) dan alhamdulillah berhasil, makanan itu akhirnya habis kami makan berempat dalam satu wadah… (kebersamaan nih yee….)

DSC06865Aku sungguh terharu dengan semangatnya tuk menghormatiku… Makanan kedua yang kunikmati, namanya Murry. Nie dia bahan serupa bihun, tapi warnanya kuning, mirip spageti, tapi lembut kayak bihun, bahkan lebih lembut lagi. Karena keterbatasan bahasa pengantar, aku gak tau apa itu namanya menurut dia.

Langkah pertama, dia hancurkan tuh bahan sehalus mungkin. Setelah itu direbus dalam satu wadah bersama susu, gula, cardamon (kapulaga), kayu manis dan kismis. Setelah matang, makanan itu disuguhkan padaku. Hmm…enak juga… Menurutku seperti kolak atau bubur yang encer. Bumbu kayak begini mah biasanya kugunakan untuk mengolah oats (orang sono menyebutnya dengan nama syurbah). Sebelumnya, aku disuguhi juga masakan syurbah yang mirip dengan bubur ayam di indo. Bedanya, bila di indo, bahan buburnya terbuat dari beras, sedang di sini, bahan buburnya terbuat dari syurbah. Kebayang gak, betapa aku sangat kenyaaaaang pada waktu itu.

Setelah urusan dapur selesai, pembicaraan kami beralih pada topik fashion. Dia tunjukkan aku pakaian adat Bangladesh. Namanya pakaian sari, bentuknya mirip-mirip pakaian orang-orang india dan pakistan. Seolah mau adakan fashion show, dia gelar koleksi sarinya di hadapanku sampai diperagakan gimana cara makainya. Aku sampai kebingungan gimana cara melipat sari yang bermeter-meter panjangnya….pas, ketika hubby telpon, tanda ia sudah tiba di rumah sekitar pukul 23.45 waktu saudi. Akupun pamit pulang …

Ooh tetanggaku, sebenarnya baik nian hatimu. Namun ada beberapa kendala yang kurang memuluskan interaksi harmonis kita. Bahasa komunikasi kita yang pas-pasan, sehingga pembicaraan kita sering gak nyambung, miring ke kanan miring ke kiri, dan ketika mentog tak ketemu kata yang mudah kita pahami, akhirnya kita tinggalkan topik itu. Padahal aku ingin banyak bertukar info denganmu. Yang kedua adalah kultur sosial yang berbeda. Aku berasal dari masyarakat yang menjunjung kesopanan dan kesungkanan dalam berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan bangsa lain, dari segi pengamatanku, mereka lebih suka to the point dan blak-blakan.

Namun ada beberapa perenungan yang bisa kuambil sebagai pelajaran, terutama dalam kehidupan bertetangga, hendaknya senantiasa kita kedepankan persangkaan baik (husnuzhan), toleransi dan mau memahami orang lain.

Tetanggaku maafkan aku…., barangkali selama ini aku kurang baik dalam bersikap kepadamu, namun aku akan selalu berusaha untuk memperbaiki diri dan sikap dalam memperhatikan dan melaksanakan adab-adab bertetangga, inshaallah…

Entry filed under: kisahku di saudi, kuliner. Tags: .

Sambosa Buat Buka Puasaku Never Give Up for A Delicious Sambosa!!

4 Comments Add your own

  • 1. nok asih  |  September 4, 2009 at 10:07 am

    hehe…biasa dirumah bikin rolade daun singkong….
    bener2 kangen m rolade semenjak bu novi ga ada ga pernah bikin rolade ntu lagi padahal enak….
    bu katanya mau cepet2 balik k indonesia…

    ada2 aza..!! kan sudah ditraining kilat sebelum gw pergi..;) doain..indonesia bikin aq rindu

    Reply
  • 2. Afra Afifah  |  September 13, 2009 at 4:37 pm

    pengen tinggal di saudi juga T_T hiksss…hikss..

    cup…cup…cup… jangan nangis, malu kedengeran tetangga..^^ aamiiin… i’ll take u in my prayer, lil sis, inshaallah, 4 ur goodness..

    Reply
  • 3. Ichal  |  October 8, 2009 at 6:08 am

    huft**

    wekekek….lol, what do u think??!! …😉

    Reply
  • 4. Flanel  |  April 22, 2011 at 2:35 am

    Aneh ya kalau gini ya, he..he

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

August 2009
M T W T F S S
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,960,791 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

Kalo ini buat kajian tahfizh tahsin pagi ini.
#milkypudding #pudingsutrabuah #pudingbuah #fruitpudding #dessert #jumatbarokah #blessedfriday #instapic Milky silky pudding fruit buat pagi ini.. #pudding #pudingsusu #pudingbuah #dessert #cucimulut #seger #enyakenyak #fresh #fruit

%d bloggers like this: