Demam Gelombang Cinta dan Nasibnya Kini…

October 7, 2009 at 12:00 pm 15 comments

Beberapa waktu yang lalu, indonesia pernah disambangi oleh demam tanaman hias, diantaranya adalah anthurium dan agloenema, tanaman daun yang harganya selangit n gak masuk akal, ada juga adenium, sansiviera, euphorbia, dan masih banyak lagi (silahkan kunjungi toko bunga terdekat untuk informasi lebih lanjut…). Dan sangat aku rasakan ketika aku pulkam ke provinsi jateng. Berhubungan dengan hobi cuci mataku, di sepanjang perjalanan, kulihat teras-teras rumah penduduk yang dihiasi dengan berbagai macam tanaman hias. Alhamdulillah pada sadar lingkungan neeh…seneng juga aku menyambutnya, tapi juga menyisakan tanya di hati: fenomena apakah ini? 

Tiga tahun yang lalu, saat kami sekeluarga mengadakan safari silaturahmi ke saudara-saudara, ibuku semangat banget memboyong satu anakan tanaman daun yang ada di rumah salah seorang sepupuku, yang namanya kurasakan lucu dan aneh di telingaku: gelombang cinta (duuh…melankolis n romantis nie tanaman…) Waktu itu aku disuruh ambil satu, tapi aku tak tertarik sama sekali, “Aahh…apa menariknya tanaman daun itu??”, pikirku saat itu. Ibuku bilang,”Eh…ini mahal loh, segini Rp 20.000,00!!”   Apalagi ini? Kecil kayak gitu mahal amir?!

Setahun berlalu…dan ketika aku mudik lagi ke rumah ortuku di desa saat lebaran, kulihat gelombang cinta yang dulu gak menarik sama sekali, waktu itu sudah besar dan menampakkan inner beauty-nya: urat daun yang kekar dan lembaran daun laksana plastik, mantap dah… aku mulai meliriknya…

Waktu itu aku kalah saing dengan adik laki-lakiku yang entah kenapa mulai ‘gila’ sama tanaman hias untuk memboyong gelcin tersebut ke rumah masing-masing, dia menang karena duluan booking ke ibu. Dan keherananku bertambah, ketika di sela waktu luang, dia pindahin tanaman lidah mertua, dari pekarangan ke dalam pot hias dan dia susun dengan elegannya, kemudian tanaman sri rejeki (beras kutah-jawa) dia pindahkan ke pot hias juga, sambil melap daun-daunnya. Dia bilang, kalau di rumahnya, daun sri rejeki peliharaannya selalu menjalani ritual ‘mandi susu’ agar lembaran daunnya mengkilap…(Uupf…semakin heran diriku)

Bibi dan pamanku yang rumahnya bersebelahan dengan rumah ortupun juga terkena demam anthurium… Maklum…gaya bertanam orang desa, gelombang cinta itu ditanam dan dipelihara apa adanya tanpa perawatan khusus, dan anehnya…para gelcin itu enjoy aja, dan kelihatan gemuk serta sehat wal afiat…

Tepatnya Februari 2007, saat aku telah memproklamirkan diriku sebagai tukang kebun, aku mulai mentransfer tanaman-tanaman hias, dari toko bunga ke halaman rumahku, (ceritanya mau adakan penghijauan dan menciptakan keasrian rumah, untuk menepis panasnya udara kota Cirebon…), saat itu aku mulai membeli bibit gelcin, kubela-belain mengeluarkan Rp 20.000,00 dari dompet setelah kalah beradu tawar menawar dengan penjualnya. Maklum…aku pingin banget punya tanaman daun yang diam-diam cantik itu tumbuh kekar di rumahku… Kira-kira segede ini waktu itu:

. Kubawa dari tempat mangkalnya ke rumah dengan penuh kehati-hatian (waktu itu, aku naik angkot), sampai mungkin orang-orang pada heran, “Kurang kerjaan amat nie orang, tanaman kayak gitu bisanya bikin diri tersiksa?” Ya…aku memang benar-benar tersiksa membawanya karena masih ada barang bawaan lain, sedangkan fokus utamaku ada pada si gelcin mungil itu…(duuh..!!)

Obsesiku untuk sebuah gelombang cinta elegan, terganjal oleh berbagai macam ‘cobaan’, rupanya ada pihak yang tidak mau kompromi dengan hobiku saat itu…siapa dia?? Tikus…!! Aku pingin gelcinku tumbuh nyaman di teras belakang rumah, eh…malam harinya dia dengan tanpa bersalah menggerogoti akar dan daun tanaman tidak berdaya itu… Kontan saja aku uring-uringan, “Tikuuuuuussss!! Nie tanaman harganya Rp 20.000,00 tau…toleran dikit dooong!!!”

Alhasil…setiap malam aku dapat pekerjaan ekstra, memboyong tanaman mungil itu ke kamarku dan pagi harinya mengeluarkannya ke teras rumah….demikiaaaan terus….(tersiksa bener dech!!) Mana dari hari kehari pertumbuhannya semakin mengenaskan…tidak tambah besar tapi tetep saja kerdil. Dan terakhir kemarin, kudengar kabar dari orang-orang rumah, bahwa kehidupannya telah berakhir karena tak kuat menanggung derita hidupnya yang mengenaskan…:(

Semenjak itu, setiap ada kesempatan berbelanja, bahkan di pasar sekalipun…aku sempatkan untuk menawar anakan gelcin agar dapat berpindah ke tanganku. Aku juga mulai senang membeli tabloid tentang tanaman hias sebagai bahan rujukanku dalam merawatnya. Yang agak membuatku senang adalah saat bersama dengan suami mengunjungi pameran tanaman hias, aku berhasil memboyong 2 gelcin remaja dengan harga Rp 40.000,00 plus pupuknya. Salah satunya segede ini, dan alhamdulillah yang sekarang ini berkembang pesat:

seperti di bawah ini, setelah kuhadiahkan ke salah seorang sahabatku sebagai kenang-kenangan dariku sebelum keberangkatanku ke saudi:

 gelcinku

 (kemarin aku minta dikirimi foto terbaru tanaman kesayanganku ini melalui FB)

Sebelum aku berangkat ke Saudi, aku dan sobat setiaku, selalu memburu gelcin murah di pasar terdekat, saat itu harga gelcin sudah mulai turun, aku dapatkan kisaran harga perburuanku antara Rp 7.500,00 – Rp 15.000,00 untuk anakan gelcin remaja (prestasi yang lumayan laah, dari pada yang pertama dulu).

Terakhir, kulengkapi koleksi anthuriumku dengan satu jenis lagi, yaitu hoockery, kubeli anakannya seharga Rp 22.000,00. Lagi-lagi kuhadiahkan tanaman kesayanganku itu pada sahabatku yang juga merupakan guru tahfizh al qur’an. Setiap hari, pagi dan sore, anak-anak madrasah dan beberapa ibu-ibu selalu setor hafalan ke beliau. Dan kami sempat berintermezo…tanaman itu tumbuh dengan pesatnya setelah pindah ke rumahnya, karena sering dan seneng banget mendengarkan lantunan ayat-ayat qur’an anak-anak remaja nan polos n lugu itu… (he..he.. wallahu a’lam…)

hoockery kuhoockery-ku sekarang ini…… (maashaa Allaah…)

Kendala yang sering kuhadapi dalam memelihara gelcin adalah serangan tikus dan busuk akar, karena aku kurang piawai mengatur kelembabannya. Semakin aku perhatian sama dia, dengan pemberian pupuk dan penyiraman, dia tampaknya semakin malas tumbuh. Yang jelas kemungkinan masalahnya ada pada sistem perakaran yang kurang sehat selain dari faktor penyinaran matahari. Sekarang ini, setelah aku ada di saudi, tugas pemeliharaan gelcin yang ada di rumah beralih ke tangan mertuaku. Aahh…aku sudah tak begitu menaruh harapan besar padanya. Masih bertahan hidup saja sudah sangat bersyukur dan senang:

gelcin n friends

Sekarang gelcin yang masih ada di rumahku seperti terlihat di gambar atas. Lihat …ada 2 pot yang berisi gelcin, dia telah kurang lebih 1,5 tahun ada di rumah dengan perkembangan yang kurang memuaskan. Tapi alhamdulillah kuterima dia apa adanya… just the way it is…

Walau aku masih memimpikan gelcin punya orang yang berhasil merawatnya seperti ini:

atau yang seperti ini:

Maashaa Allaah … salut buat mereka yang telah berhasil memelihara dan merawat anthurium, khususnya gelcin hingga menjadi tanaman yang eksotis.. Anthurium memang memiliki kecantikan yang tersembunyi, butuh penghayatan untuk menemukan keindahannya, tidak seperti tanaman bunga lainnya (mawar, melati, anggrek…) yang kecantikannya bisa langsung dinikmati…

 

Entry filed under: alam dan hobiku. Tags: .

Unta di Saudi, Berjuta Rasa… Teroris Lagi …, Lagi-lagi Teroris…!!

15 Comments Add your own

  • 1. Ichal  |  October 7, 2009 at 2:45 pm

    hadir lagi😉

    oia, keluarga km smuanya suka tanam-tanaman hias yUa ???

    cal pnya tanaman yg super” langka nie!!!

    nm tnamnnya : “flower jengkol”, mahal loh hrgana, bisa smpe 1.500.000,-/pot, tp angka “nol”-nya d apus 3, hehe😀

    canda yUa….

    suksez teruz dech buat you….

    mmm…dengan kemajuan teknologi n munculnya mutan2 baru, boleh juga tuh ‘flower jengkol’nya, ntar ichal yg jadi bandarnya, the 1st pioneer…^^, makasih doanya..aamiiiin…for u too

    Reply
  • 2. Ichal  |  October 7, 2009 at 5:18 pm

    kadir lagih,, hehe😀

    eh kamu!! “tuh kant ga enx kant manggilnya eh kmu”…,
    nm’a cp cie :'(???

    huh…si ichal mah ngrusak acara…:( !!! ga’ seru lagi kalo disebutin…aroma misteriusnya jadi ga’ berasa… ok dech biar ga penasaran, khusus buat ichal, baca aja postinganq di tetangga..oh tetangga… sampai bawah sendiri, n comment di sana…ok?!!

    Reply
  • 3. Iksa  |  October 7, 2009 at 6:05 pm

    Ha ha jadi ingat dulu staf dirumah dapat tugas extra seminggu sekali melap daun anggrek dengan susu ……

    ck..ck…ck… zaman sekarang yang doyan mandi susu bukan hanya mahluk yang bernama wanita, tanamanpun tak kalah pingin cantik juga…he…he…

    Reply
  • 4. mamah aline  |  October 7, 2009 at 8:34 pm

    keluarga pecinta tanaman hias rupanya, sesuai dengan namanya yang bagus. Link nya udah saya pasang mba

    makasih mah… tuh komentar saya bejibun banget di blog mamah (jadi malu neh…), servernya lagi kumat tuh ga mo diajak kompromi…mohon maklumnya yach…

    Reply
  • 5. zipoer7  |  October 8, 2009 at 10:12 am

    Salam Takzim
    Sahabat, saya mau bagi-bagi hadiah nih yang khusus buat yang suka Bunga Matahari, berupa Banjir Award Dijuemput ya !!!🙂
    Salam Takzim Batavusqu

    makasih…nanti diambil (mo belajar dulu gmana cara pasang award di blog biar keliatan bagus)..thx

    Reply
  • 6. kejujurancinta  |  October 8, 2009 at 10:45 am

    pecinta tanaman ya mbak….
    wah pasti rame ni halamannya

    tp lucu ya….ada bunga namannya ‘gelombang cinta’
    baru denger ni….🙂

    iya mbak…uuphf…walah…belum tau?? sekarang dah mulai turun pamornya loh…mumpung belum tenggelam, coba mbak kenalan dulu ama tuh bunga…cakep loh…^^ makasih dah berkunjung neh…ntar maen ke rumah deh…

    Reply
  • 7. casrudi  |  October 8, 2009 at 6:54 pm

    Masha Alloh… dalem banget pemaparannya Mbaq… itu kali ya yg dirasain seorang pencinta bunga (khususnya gelcin). asiknya tawar menawar dgn penjual bunga, jengkelnya ketika bunga kesayangan ada yang ganggu (tikus), debar2 merhatiin pertumbuhannya, sama penghayatan yg ini..🙂

    butuh penghayatan untuk menemukan keindahannya, tidak seperti tanaman bunga lainnya (mawar, melati, anggrek…) yang kecantikannya bisa langsung dinikmati…

    sunflo said: :)… begitu dalam karena pengalaman pribadi, uring2an sama tikusnya sampai berhari-hari n kbawa kemana-mana, di sekolah…kalo ngobrol sama temen…dll….thx for visiting

    Reply
    • 8. casrudi  |  October 8, 2009 at 6:57 pm

      Ditempat saya (Kuningan) bunga2 bisa tumbuh subur karna kelembaban dan tipe tanah mendukung, lumayan dingin tidak gersang seperti cirebon😆 ….

      thx tukeran link nya ya, link sunflower dah dipasang…

      kuningan?? wah deket dong dg cirebon… patut disyukuri tuh de’, bisa tinggal di daerah sejuk nan subur, bisa menyalurkan hobi jadi tukang kebun…(ato jgn2 malah hobi ngeblog??!!)…thx juga de’…

      Reply
      • 9. casrudi  |  October 9, 2009 at 11:33 pm

        aku mau jadi tukang kebun…🙂

        naah…gtu dong, siiip…, mari kita hijaukan kembali indonesia, biar ga sumpek…!!

  • 10. NURA  |  October 8, 2009 at 7:08 pm

    salam sobat
    bagus banget tanaman gelombang cintanya,,,he,,he
    saya juga punya di INDONSIA .
    diletakannya di pot juga dan ditempatkan yang adem tidak terkena langsung panas matahari.

    makasih kak…he..he… belum seberapa koq, ntar klo dah ada di indo mo dilanjutkan lagi nukang kebunnya, inshaallah…

    Reply
  • 11. bintangtimur  |  October 9, 2009 at 5:57 am

    Wah, wah, wah, hebat banget perjuangannya dalam memelihara tanaman-tanaman hias itu…
    Tanaman memang perlu perhatian (malah ayat-ayat suci Al-Quran ya…) biar bisa tumbuh subur. Sudah beberapa waktu ini, tanaman di rumah saya terbengkalai, memang betul, keindahan mereka juga jadi jauh berkurang. Tanaman seperti manusia, perlu perhatian, cinta dan kasih sayang…

    setoejoeeeeeeeeeeeeee………bangetz ama sis………:)

    Reply
  • 12. Ichal  |  October 9, 2009 at 6:15 am

    bu guru bu guru,, kalo mau gampang kasih comment di blogger,, bu guru ganti aja kotak komentarnya sperti d wodpress kepunyaan bu guru itu,, gmn???

    ni situsnya bu guru :
    Haloscan

    klo dagh msuk d situs tsb, bu guru sign up dl ya, oke😀

    moga berhasil bu guru…..

    ya chal…makasih yaa….ntar bguru coba deh, moga2 sekolah ichal lancar n sukses selalu, aamiiiiiiiiiiiiiiiin…………….

    Reply
  • 13. Ichal  |  October 9, 2009 at 6:16 am

    http://www.haloscan.com

    yoi………

    Reply
  • 14. Ichal  |  October 9, 2009 at 4:23 pm

    amiiiin….
    makaci ya bu guru :-*

    bu guru jg y, mga sukses clalu dlm menjlnkn kreatiftas shari-harinya, amiieeen….

    eh..ichal.. aamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin…. makasih ya chal… ^^

    Reply
  • 15. mr psycho  |  October 9, 2009 at 5:57 pm

    asik nih merawat tanaman .. kalau aku sukanya menanam melati aja

    beneran neeh, mr? ada peluang bisnis jg loh, buat campuran teh tegal biar wangiiii, btw…di saudi ga ada teh tegal..:(

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,961,049 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

This is another one.. #myredrose #redrose in #mygarden #gardening on a #balcony #flowerporn #love #beautiful #instaflower #instapic Tampak atas.. Aku masih terkesima aja sama penampakan ini, meski sekarang udah habis, tinggal kenangan.. Tapi cakep yak.. #gaadayangnanya :)) #pudingsusu #silkypudding #pudingbuah #me #dessert #bikinsendiri #homemade #instapic

%d bloggers like this: