Vetsin (MSG)…??!! Aman…Aman…

October 15, 2009 at 11:12 am 11 comments

vetsinSejak 40 tahun yang lalu hingga saat ini, penggunaan vetsin (MSG) sebagai zat aditif untuk makanan, masih merupakan kontroversi mengenai dampaknya bagi kesehatan manusia. MSG dituduh sebagai biang keladi penyebab berbagai keluhan, yang disebut dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome. Istilah ini berasal dari kejadian, ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Laporan ini kemudian dimuat pada New England Journal of Medicine pada 1968.

Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih kuliah di tingkat akhir hingga memasuki dunia kerja, lingkungan pergaulan di sekitarku dan juga pemberitaan di beberapa media massa mempeributkan soal eksistensi vetsin dalam makanan. Zat aditif yang satu ini seolah mempunyai citra buruk, dikenai tuduhan sebagai biang penyebab beberapa penyakit, pemicu kanker dan bisa bikin bodoh – buat nakut-nakutin anak kecil…^^ …- (wuaduuh..!!)

Pada beberapa pertemuan dan pembicaraan ibu-ibu yang kuikuti, giliran pada acara dan topik makan-makan, mulai ada yang menyeletuk atau membuka diskusi tentang vetsin, si bad image ini. Beberapa di antara teman-teman, begitu bersemangat (setengah memaksakan ide, kurasakan…) untuk tidak menggunakan vetsin dalam masakan-masakan, terkadang mengomentari makanan yang dirasakan mengandung vetsin di dalamnya saat disuguhi hidangan… Atau menginstruksikan ini itu tentang vetsin pada mamang tukang bakso, saat ada acara ‘pesan bakso bersama’. Hal ini tanpa mereka sadari, diam-diam membuatku dan beberapa temanku yang senasib sepenanggungan, merasa terpuruk dalam senyuman, dan perasaan bersalah menjadi hantu bagi kami untuk beberapa saat lamanya… Sampai-sampai aku harus menyembunyikan bungkus atau tempat penyedap rasa, saat teman yang anti MSG berkunjung ke rumah. Atau harus menjawab dengan malu-malu saat ada yang menanyakan, apakah aku memasak dengan menggunakan MSG, atau jawabannya muter-muter dulu hingga berujung pada kata “ya”…  apa pasal??

Terus terang saja, sejak kecil aku terbiasa dimasakkan makanan oleh ibu dengan penambahan vetsin di dalamnya. Dan pola memasak itu kuwarisi serta jadi kebiasaan dalam gayaku menyiapkan hidangan. Terkadang aku harus ikut arus yang dipaksakan, saat aku berada pada lingkungan yang anti vetsin, terpaksa pula cita rasa di lidahku harus dipasung untuk beberapa lama, saat aku diharuskan menikmati masakan non vetsin, kurasakan hambar… Tapi sudah jadi gayaku untuk selalu tersenyum menikmati hidangan orang lain dan menampakkan keenjoyanku, sebagai bentuk penghormatan padanya, walau sebenarnya hati ini menjerit…(he..he..)

Sebenarnya bukan masalah rasa masakan non vetsin yang terhidang, yang menjadi ganjalan pikiranku, namun…terkadang penilaian yang tidak proporsional terhadap kontroversi MSG inilah yang mengusik naluri ilmiahku untuk mencari, bagaimana sih sebenarnya duduk permasalahannya?? Sejak kecil aku makan masakan yang mengandung MSG dengan proporsi tertentu, alhamdulillaah gak bodoh-bodoh amat kok…he..he…

 Akhirnya saat walking-walking bersama om google, kutemukan beberapa blog yang memberikanku pencerahan tentang duduk permasalahan mengenai MSG , he..he… nyari kebenaran atau nyari pembenaran neeh…, entahlah… setidaknya artikel itu telah menepis rasa bersalahku saat menambahkan MSG pada masakan, dan inilah pilihanku… Bagi yang ingin tahu, bisa dibaca di spektrumku dan hidayatsadikin.

Menurutku, gaya rasa masakan setiap orang berbeda-beda, semua tergantung pada kebiasaannya masing-masing: yang biasa pake vetsin, yang biasa tak pake vetsin, bahkan yang biasa dengan pengurangan pemakaian garam, semua orang bebas menentukan pilihan, asalkan pilihan itu didasari oleh teori dan alasan yang jelas. Sebelum menemukan jawaban ini, sering aku berpikir, bila memang MSG berbahaya bagi kehidupan umat manusia, mengapa para produsen masih dibiarkan menghasilkan produk penyedap rasa yang mengandung MSG dengan berbagai variasi?

Jadi…, berdasarkan info yang kubaca dari artikel-artikel di atas, insyaAllah penambahan vetsin (MSG) dalam makanan masih dalam kategori aman, selama dalam batas-batas yang proporsional. Toh… hanya sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget kita menambahkannya pada masakan, agar memberikan cita rasa yang mantap bagi yang terbiasa akrab dengannya. Bagaimanapun juga, segala sesutu yang digunakan secara berlebihan dalam kehidupan umat manusia, maka akan membawa dampak buruk baginya pula.

 Hmmm…., Vetsin (MSG)…??!! Aman…aman… ^^.

Entry filed under: kuliner, renungan dan curhatku. Tags: .

Menulis Blog dengan Hati Gantungan Kunci Nanas dari Kain Flanel ala Sunflo

11 Comments Add your own

  • 1. bintangtimur  |  October 15, 2009 at 1:52 pm

    Saya juga masak pakai vetsin, sedikit, hanya sekedar menambah rasa…
    Kalo kebanyakan anak saya suka protes😛
    Vetsin, aman bila dikonsumsi wajar.
    Bila memang berbahaya bagi kesehatan, pasti Pemerintah sudah melarang peredaran vetsin dari dulu-dulu…
    Selamat masak ya!

    Bener sis, qta cuma pake sedikit ajah ya sis….^^, met masak juga…

    Reply
    • 2. nadi  |  October 15, 2009 at 2:22 pm

      hmmm, pemerintah? sejak formalin dan borax heboh di media massa barulah pemerintah turun tangan dan melarang-larang. Emang harus nunggu ada korban dulu? Nunggu gembar-gembor dulu? Nunggu malu dulu? Baru bertindak. Weleh….

      Tenang de’…tenaaaang… pssttt…kita cuma dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit aja makenya kok, bener dech…

      Reply
  • 3. mamah aline  |  October 16, 2009 at 10:28 am

    pernah baca artikel soal percobaan tikus yang dikasih petsin ternyata memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dibanding tikus yang tidak diberi asupan vetsin.

    weleh….xi..xi…xi…^^, baru denger mah, mantap infonya!!

    Reply
    • 4. Suhandi  |  August 11, 2012 at 12:43 am

      Sanggahan: Sebenarnya MSG telah digunakan sejak tahun 1920 di Jepang. Namun karena MSG telah menyebar ke seluruh dunia, para ilmuwan pun mengadakan berbagai percobaan. Pada tahun 1970, Shimizu mengadakan penelitian dengan sampel anak ayam. Shimizu melaporkan bahwa anak ayam tersebut mati setelah MSG dicampurkan pada air minumnya, hal tersebut disebabkan karena adanya kerusakan ginjal. Pada tahun 1973, Greenberg memaparkan bahwa tikus kecil yang diberi pakan MSG, sel-sel darah putihnya berubah menjadi sel-sel kanker. Selain itu, Dr. Iwan T Budiarso melaporkan bila ayam yang sudah besar diberi MSG, ayam tersebut seperti dibius, jalannya tidak normal dan timbul gejala lainnya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa keracunan MSG tergantung pada umur. Semakin muda umur, semakin sensitif.

      Sumber: kutipan dari http://artikelkimia.wordpress.com/2009/06/04/desri-sri-wahyuni-0800594-vetsin-bukan-sekedar-lezat-dan-gurih/

      Reply
  • 5. Iksa  |  October 16, 2009 at 6:19 pm

    Setuju Mbak.. ini jenis tambahan pada makanan yang tergolong aman bila digunakan dengan jumlah yang secukupnya … karena kalau tidak ya nggak bakal lulus di Codex …

    klop om…, apalagi buat acara kuliner, ga da yg satu ini??!! dimana rasanyaaa….???

    Reply
  • 6. fandhie  |  October 17, 2009 at 9:04 am

    apapun yg dipake atau dikonsumsi secara berlebihan bisa berdampak negatif kan…
    makan tanpa vetsin??? duhh hambar nian…

    yup… (yg pro vetsin…ngumpul sini…ngumpul sini…!! –cari pendukung neeh)

    Reply
  • 7. Dream House  |  October 19, 2009 at 1:19 am

    klo aq c minta ma istriku supaya klo masak ga usah pke msg. kebetulan seleraku ga susah2 amat. yg penting bisa dimakan. rasa urusan belakang. heheheh

    weleh…, iya deh… kata mr psycho, hidup adalah pilihan… tmasuk urusan kek gnian kali yaa…🙂

    Reply
  • 8. Cialis  |  March 7, 2010 at 3:50 am

    xiegPN Excellent article, I will take note. Many thanks for the story!

    Reply
  • 9. issaura  |  October 29, 2010 at 5:25 pm

    Kalau aki sih udah lama g pake vetsin (apapun merek dan bentuknya) soalnya pake bumbu, garam dan gula yg proporsional udah enak kok..hehe…sekalian ngurangi uang belanja🙂

    duuh, kalo aq blm bisa lepas dari yang satu ini, iss…🙄

    Reply
  • 10. Suhandi  |  August 11, 2012 at 12:38 am

    Kalau masakan ente enak, ga pakai vetsin pun tetap mantap. Lidah saya membedakan masakan dengan vetsin dan tanpa vetsin saya tidak beda jauh kok rasanya. Beda2 tipis saja. Jadi memang anti vetsin itu perlu kalau menurut saya. Kenapa? BUkan hanya mitos, tetapi memang suatu FAKTA jika kita mau bicara vetsin itu memang berdampak buruk. Semoga bisa menjadi pencerahan agar tidak terbiasa lagi menggunakan produk vetsin🙂

    Reply
  • 11. dya  |  August 24, 2012 at 8:36 pm

    batas yg wajar adalah 2-3 ujung korek kuping…
    apakah anda sudah menggunakannya sesuai takaran tersebut???

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,960,791 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

Kalo ini buat kajian tahfizh tahsin pagi ini.
#milkypudding #pudingsutrabuah #pudingbuah #fruitpudding #dessert #jumatbarokah #blessedfriday #instapic Milky silky pudding fruit buat pagi ini.. #pudding #pudingsusu #pudingbuah #dessert #cucimulut #seger #enyakenyak #fresh #fruit

%d bloggers like this: