Ujian Kesabaran 1

December 10, 2009 at 10:31 am 30 comments

Yaah…namanya juga kehidupan, ga selalu muluuuuss seperti jalan tol, pasti ada kerikil dan batuan yang menghalangi jalan. Seperti halnya rangkaian perjalanan hajiku ini…

Pukul 5 sore, 30 menit menjelang maghrib, kami sudah disuruh baris menuju bus yang akan membawa kami mabit di Muzdalifah. Nah…giliran ketemu dengan bus, masing-masing jamaah berebut untuk mendapatkan tempat duduk…, aku paling enggan untuk berebut… apa adanya sajalah…berdiri juga ga masalah …(hehehe…udah terbiasa berdiri di dalam bus waktu sekolah dulu selama 6 tahun…)

Bus pertama yang kunaiki, menyisakan tempat bagiku tuk berdiri saja…, sambil tetep melantunkan talbiyah, iseng-iseng aku ambil gambar dari sini… masih semangat nih!!

Alhamdulillaah disuruh pindah bus, dan dapat tempat duduk juga di belakang… Awalnya aku masih cengar-cengir dengan ibu-ibu yang duduk di sebelah kiriku dan mbak-mbak yang duduk di sebelah kananku. Tapi…

2 jam berlalu… kok bus gak jalan-jalan siiiih??!!

Sudah terasa pengap nie hidung, udara yang panas serta bisingnya suasana pada waktu itu..

Aku mulai gelisah… (walau masih bertalbiyah.. walau wajah udah kek gini nie… :(    )

***

Akhirnya setelah menunggu selama 2 jam lebih, bus bergerak menuju Muzdalifah… Kuniatkan untuk melakukan shalat maghrib dan isya secara jama’ ta’khir dengan mengqasharnya… Alhamdulillaah…angin segar mulai berhembus….

Tapi…

Ketika bus mulai memasuki daerah berbukit-bukit batu… kemacetan mulai menyergap… Bus hanya bisa melaju beberapa meter saja… Minibus kami dipepet oleh bus-bus besar yang riuh membunyikan klakson dan mengeluarkan gas buangan yang membuat kami merasa pusing dan mual…

Kutelpon suamiku, …ternyata beliau sudah tiba di perkemahan dan menunggu di bawah jembatan layang. Rupanya beliau mengambil langkah nebeng mobil-mobil kecil secara berantai dan disambung dengan jalan kaki…

Aaahh..bete banget perasaan pada waktu itu…

Aku iri dengan mereka yang berjalan kaki walau ditempuh selama 1,5 jam, dari pada naik bus ini… kami terkatung-katung di dalamnya selama hampir 2 jam karena terjebak macet…

Akhirnya…karena bus sudah susah bergerak… rombongan memilih untuk jalan kaki menuju Muzdalifah… Jamaah laki-laki turun dari kap bus, memimpin kami… Wadooww…rasanya pingin nangiiiiissss… Where are u Hubby?? I am alone here without u! Mana barang bawaanku berat banget, satu tas gendong isi peralatanku plus nenteng laptop yang terasa berat di tanganku, ditambah aku harus menyibak lautan manusia, agar tak kehilangan jejak bendera Merah Putih di depan itu….. Tambah manyunlah wajahku…😦

 Aku selalu kontak dengan suamiku di sepanjang long march-ku, kolokanku muncul dech… “Temukan aku segeraaaa…”, SOS-ku pada hubby… Dia juga bingung, dimana harus menemukanku, mengingat dia harus berjalan melawan arus lautan manusia untuk menuju ke arahku… Lihatlah jepretan fotoku yang ogah-ogahan…padahal aku ingin menunjukkan…betapa jutaan manusia kurasakan berkumpul di daerah ini, hiruk pikuk suasananya… Kami berjalan bak anak ayam kehilangan induknya, hanya bendera merah putihlah yang jadi patokan kami… Doohh..mana aku terpisah dari temen-temen deketku lagi! Jadilah aku harus fight sendiri di situ… Semuanya memikirkan keselamatan dan kebutuhan diri masing-masing dan teman dekatnya…

Akhirnya setelah 30 menit berjalan…rombongan kami berhenti untuk mencari air wudhu plus shalat di alam terbuka… Aku masih saja bete…, belum tergerak untuk melakukan shalat di sini, karena aku berharap dapat sampai perkemahan segera… (sambil kubayangkan, kek apa yaaa kemahnya nanti??)

Kulihat banyak berdiri tenda-tenda liar dan orang-orang, laki-perempuan, tidur di alam terbuka seadanya… Mungkin daerah ini yang dinamakan lembah Masy’aril Haram, sebenarnya tempat ini merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa, disunnahkan (utamanya) kita bermalam di sini, memperbanyak doa dan dzikir…

***

Rombongan kembali melanjutkan perjalanan …, dan aku terus kontak dengan hubby…dengan masih bermanyun-manyun ria… Dan alhamdulillaah…kulihat hubby di depan sana. Cihuuyy…sebel dan seneng jadi satu! Langsung kuserahkan laptop ke tangannya…dan aku berjalan di depan bersama hubby dengan gagahnya…(setelah tadi loyo..hehehe..) sambil mulutku ‘ngoceh’ menumpahkan kekesalanku… “Coba dari tadi jalan kaki…,” inti dari ocehanku…

Memang ini kesalahan koordinasi pihak hamlah… Suamiku sudah menyarankan untuk jalan kaki saja, namun tidak diterima oleh pengelola.. Jadilah kami tercerai berai… Dan…telponku berdering… Salah seorang ibu-ibu kenalanku menelponku, ternyata di belakang kami masih banyak rombongan yang tertinggal, bahkan yang paling parah terkunci di dalam bus…, mereka jumlahnya ratusan… mana sudah banyak yang pada mabok lagi…!! Mereka juga merasa panik…

Kuserahkan pada hubby tuk menenangkan mereka… Setidaknya mereka bisa keluar dulu dari bus, dan berkumpul di tempat mereka turun, sambil menunggu orang-orang dari pihak hamlah untuk menjemput mereka..

***

Aku masih bertanya-tanya pada suami, kek apa sih kemah di Muzdalifah itu??? “Tuh di depan sana…,” kata hubby… Setelah sampai, kemah dalam keadaan sepi, bagai orang yang baru sadar dari siuman, aku mencari tempat untuk istirahat.. Tapi… Lho…kok??!!

Wkakkakkkkkaakkkk…. Aku tak bisa menahan takjub dan geli… Ternyata kemah di Muzdalifah itu… adalah………………….. kemah kami yang selama ini ditempati!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Weleeeeeeeehhhh….untuk pulang ke rumah sendiri saja ternyata kudu melalui berbagai macam penderitaan nieee… Capekku hilang sudah…Langsung melaksanakan shalat, waktu menunjukkan pukul 1 dini hari…

Dan teman-temanku yang terjebak macet, baru sampai di perkemahan lagi pukul 4 dini hari…

PS.

Perkemahan kami terletak di Muzdalifah, yang sekarang ini disebut daerah Mina Jadiid. Kami berpegang pada fatwa syaikh Bin Baz, yang membolehkan bermalam di sana untuk acara mabit di Mina, karena kami adalah jamaah resmi, sedangkan oleh pemerintah, kami ditempatkan di sana. Adapun untuk mereka yang bebas, haji ngoboi, untuk acara mabit di Mina, mereka harus benar-benar berada di daerah Mina, 400 m dari kemah kami, karena mereka adalah orang-orang bebas yang tidak terikat oleh apapun…

(bersambung…)

Entry filed under: kisahku di saudi, umrah dan haji. Tags: .

Antara Wukufku, Buku Doaku dan Kisah Taubat Seorang Penyanyi Ronggeng Nasib Mereka di Padang Pasir

30 Comments Add your own

  • 1. bintangtimur  |  December 10, 2009 at 2:36 pm

    Pertama dulu ah…baru baca😛

    hehehe…🙂

    Reply
    • 2. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:12 pm

      Hehehe juga🙂

      Reply
  • 3. bintangtimur  |  December 10, 2009 at 2:43 pm

    Waduh, jadi pengen lihat Sunflo manyun…😦
    Perjuangan panjang itu terbukti banget dengan foto-foto (bukan rumput) yg bergoyang…hehehe
    Ujian dimana-mana ada ya, bentuknya beda-beda biarpun hasil akhirnya sih sama…manyun, ngomel dan bete…😉
    Eits, nggak deng, itu bukan hasil akhir, itu adalah hasil sebelum akhir…karena biasanya, hasil akhir dari ujian adalah kebahagiaan dan rasa syukur pada Yang Maha Kuasa…
    Weleh, weleh…komen saya kok jadi panjang begini ya!

    iya neh sis, sifat dasar manusianya muncul…hehehe…emang kesabaran itu indah dan buahnya pun indah..tapi susaaaaaaaaaaaaaahhh bgt ngelaksanainnya..^^

    Reply
    • 4. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:13 pm

      Bener banget mbak… kesabaran itu gampang teorinya doank, praktiknya mah susah😀

      Reply
  • 5. nakjaDimande  |  December 10, 2009 at 3:33 pm

    ujian kesabaran ya sunflo🙂
    ibunya bundo bilang bahwa bila ke tanah suci bawalah bekal kesabaran yang banyak.. itu nomer satu

    benar sekali bundo…emang kudu sabar yg berlipat-lipaat…

    Reply
    • 6. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:14 pm

      Bekal makanan dan minuman juga perlu bund😆

      Reply
  • 7. casrudi  |  December 10, 2009 at 4:27 pm

    Hehehehe… mukanya ditekuk kayak apa Mbaq?… kayak ini?😦 hehehe… harusnya sepanjang jalan kayak begini🙂 …

    cape, lelah, kesal, dongkol, tak sabaran, seneng, bahagia, semua itu manusiawi Mbaq, wajar pada saat capek semuanya jadi malas, memfoto aja kayaknya malas2an… hehehe…. tapi dapet bgt sama isi ceritanya… ditunggu lanjutannya Mbaq… Salam

    motonya sambil manyun seh de’…hehe…tapi di sela2 kondisi yg kek gtu…naluri ngeblogku masih jalan, pingin bawa oleh2 buat temen2 semua…walo blawur kek gtu…hehehe…

    Reply
    • 8. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:15 pm

      Sama, ditunggu juga kunjungan baliknya lagi:mrgreen:

      Reply
  • 9. technosurvivor  |  December 10, 2009 at 5:00 pm

    mampir bu. . . salam kenal. .😀

    kenal juga Di…^^

    Reply
    • 10. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:16 pm

      Salam kenal juga mbak😀

      Reply
  • 11. Triunt  |  December 10, 2009 at 5:15 pm

    waduh iya, ternyata bner2 nguji kesabaran yah.
    perjalanannya banyakan malem yah mbak?

    itu bisnya apakah di atasnya juga ada yang menumpang juga ❓

    bener yunt, di atas kap bis ada penumpangnya, para laki-laki..yg perempuan di dalam bus…

    Reply
    • 12. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:16 pm

      Wah mirip di endonesa tuh..🙄

      Reply
  • 13. yangputri  |  December 10, 2009 at 6:09 pm

    *tangan menompang dagu* menunggu lanjutannya

    oke dech put…nantikan cerbungku yaa…

    Reply
    • 14. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:17 pm

      Klo saya tangan memeluk lutut, kedinginan:mrgreen:

      Reply
  • 15. mr psycho  |  December 10, 2009 at 7:22 pm

    memang banyak cobaan kesabaran di sana ya sis, begitu cerita teman2 ku

    iya mr, memang bener demikian…subhanallaah..

    Reply
  • 16. Kakaakin  |  December 10, 2009 at 7:24 pm

    Subhanallah…
    Tambah iri saja!!!🙂

    sabar akin, semoga nanti bisa memenuhi panggilanNya yaa..aamiin..^^

    Reply
  • 17. nuun  |  December 10, 2009 at 7:37 pm

    bener2 serasa ikutan hihihi..

    ketawanya nuun lucuuu, hihihi ..jugaa…^^

    Reply
  • 18. Siti Fatimah Ahmad  |  December 10, 2009 at 7:52 pm

    Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah… mBak Sunflowerku sudah selamat kembali ke tanahair. Mudahan banyak perubahan yang menjadi sempadan iman dapat dilalui dengan penuh redha, qanaah dan sabar. Semuanya adalah ujian Allah dan ia telah dilalui dengan jayanya sebagai menandai kita beroleh rahmat Allah jika dalam banyak hal dipermudahkan.

    Membaca postingan mBak sungguh serasa diri mengalami pengalaman itu. Setia menunggu pengalaman yang lainnya mBak tentang kehidupan di tanah suci.Semoga mBak Sunflowerku dan keluarga sentiasa berada dalam naungan redha Allah swt selalu. Salam mesra dari Kuala Lumpur.

    aamiiin, terimakasih ya sis atas doanya…btw, sy sekarang sedang tak ada di indo..sedang terdampar di saudi neeh…salam dari gurun pasir luas tak bertepi yaa…^^

    Reply
    • 19. Shaquille  |  December 10, 2009 at 10:18 pm

      Wa’alaikumussalam….😀

      Reply
  • 20. Aribicara  |  December 11, 2009 at 4:25 am

    ternyata memang semua tdk berjalan sesuai keinginanmm tapi syukurlah cobaan itu bisa terlewati🙂

    *Kapan sampai tanah air ?🙂

    ari, aq tinggal di saudi…plg ga utk 1,5 th ke depan…jadi sedang tak ada di indo..^^

    Reply
  • 21. anny  |  December 11, 2009 at 4:30 am

    Alhamdulilah serangkaian aktivitas disana yang butuh kesabaran ekstra telah berlalu ya mba🙂
    Hal ini untuk bekal pelajaran selamanya

    bener ann, semoga jadi semakin dewasa n ttep sabar dlm hadapi kondisi yg tak kita harapkan…makasih ya

    Reply
  • 22. bundadontworry  |  December 11, 2009 at 5:53 am

    he….he…pingin lihat deh mukanya Mbak Sunflo kalau cemberut dan manyun.
    Bekal yg paling banyak dibawa memang bekal kesabaran ya Mbak.
    salam.

    muka amnyun tuh jelek bunda, okean kalo senyum manis yaa..^^, bener sekali bunda…

    Reply
  • 23. adelays  |  December 11, 2009 at 6:47 am

    Sabar deh Sunflo…
    Salah satu cobaan orang berhaji ….
    Mudah2an kesabaran mbak ada hikmahnya tersendiri…

    Bukankah begitu ??

    ade bener dech..^^

    Reply
  • 24. wi3nd  |  December 11, 2009 at 11:02 am

    telah terlewati kan?

    harus memiliki kesabaran yan9 tanpa batas yaa?

    *blajar dari dirimu🙂

    yup, bener wi3nd…^^

    Reply
  • 25. Desain Lansekap  |  December 11, 2009 at 11:53 am

    Semoga nanti saya bisa belajar sabar di Tanah Suci Makkah…

    aamiin…

    Reply
  • 26. alisnaik  |  December 11, 2009 at 5:42 pm

    selamat pagi, mbak Sunflo

    saya bacanya sampai ikutan ngos-ngosan lho.
    hoosshh.. hooshh… hehe.
    benar benar penuh perjuangan

    yang paragraf2 akhir saya agak bingung tuh,
    mengenai tempat bermalam / tenda di Mudzalifah.
    wawasan saya tentang haji emang agak payah.

    terima kasih dan mohon maaf😮

    aq juga bru tau pas kemarin2 jeh roel…

    Reply
  • 27. Miftahur  |  December 11, 2009 at 7:15 pm

    Wah!!! Perjuangan yang berat juga tuh…
    Gag bisa bayangin gimana macetnya jalan di Saudi Arabia saat di penuhi Jama’ah Haji se dunia itu…

    Hmmm… Kapan ya diriku dan keluargaku Bisa Haji…😀

    semoga Allah mudahkan jalan miftah sekeluarga untuk dapat berkunjung k baitullah aamiiin…

    Reply
  • 28. idana  |  December 12, 2009 at 8:01 am

    koq aku jadi ikut manyun yaa bacanya😀
    hehehe

    da…komeng ida ini adalah komeng yang ke 1000 di blogku looh…huhuyy…^^

    Reply
  • 29. Wong Jalur  |  December 12, 2009 at 12:25 pm

    Betul…harus sabar, sabar itu menambah kecantikan lho (kta orang ganteng😉 dan disayang suami😉

    yup wong, kalo manyun malah nambah jeleknya hehehe..

    Reply
  • 30. Desri Susilawani  |  December 12, 2009 at 7:18 pm

    kalo lihat fotonya siy, sepertinya jangankan pake kendaraan….jalan kaki aja terjebak macet….syukurlah, sista cepat bertemu dengan sang Hubby….

    malah sebenernya asyik n enak jalan kaki saja des, ga kerasa cape n betenya…^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,961,049 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

This is another one.. #myredrose #redrose in #mygarden #gardening on a #balcony #flowerporn #love #beautiful #instaflower #instapic Tampak atas.. Aku masih terkesima aja sama penampakan ini, meski sekarang udah habis, tinggal kenangan.. Tapi cakep yak.. #gaadayangnanya :)) #pudingsusu #silkypudding #pudingbuah #me #dessert #bikinsendiri #homemade #instapic

%d bloggers like this: