Mendidik Adalah Naluri Wanita

January 12, 2010 at 4:15 am 23 comments

Ketika membuka-buka FB salah seorang muridku…, pandanganku tertuju pada beberapa foto yang membuatku terpaku, tersenyum penuh haru dan teringat kenangan yang lalu…

Kenangan saat aku masih sebagai guru sebuah SDIT di kotaku, bersama dengan murid-murid dan rekan-rekan kerjaku tuk menggeluti pendidikan, berkutat pada ilmu pengetahuan dan dakwah …

Terus terang…, guru bukanlah cita-citaku, walau kata ibuku, sejak kanak-kanak, aku suka menenteng buku dan pensil, dan kalau ada yang nanya, “Mau kemana, pi’? ” Kujawab dengan, “Bu gulu mau ke cekolah...” (tentunya pake bahasa jawa…hehe… ) Kurang lebih begitu, kata ibuku…

***

Cita-cita spektakulerku adalah ingin jadi astronot, karena aku suka sekali dengan ilmu astronomi. Pingin ke luar angkasa, bisa berada diantara bintang-bintang dan … hihihi… pingin ketemu sama mahluk luar angkasa…😆

Kalau awalnya sudah niat jadi guru, tentu aku akan memilih kuliah di IKIP. Namun, qadarullaah, aku terdampar di FMIPA jurusan Biologi (Ekologi) Universitas Diponegoro Semarang. Emang siih, tak jauh-jauh banget dengan dunia pendidikan… tapi kurang ngepas bila terjun ke sekolah dasar dan menengah, … harus mengikuti lagi kuliah akta 4, untuk penyetaraan… namun aku tak ambil program itu …

***

Hingga, sebuah sekolah dasar islam swasta sistem full day school di kotaku memerlukan tenaga pengajar, dan akupun diterima di sana, plus turut serta merintis perkembangan dan kemajuan institusi tersebut selama 8 tahun, alhamdulillaah…

Aku belajar secara otodidak untuk pembuatan administrasi pengajaran… Step by step… waktu demi waktu… dan alhamdulillaah mulai mengerti tentang tetek bengek pendidikan dasar… Semuanya dari nol…

Sejak 6 tahun yang lalu sampai terakhir sebelum aku ke saudi, aku diamanahi untuk memegang jabatan sebagai guru kelas 6. Semua mata pelajaran umum plus tahsinul qur’an kuborong semua… Dan aku begitu menikmati seninya menjadi guru kelas 6, apalagi sport jantung saat menyiapkan anak-anak menghadapi ujian sekolah.

***

Selama ini, prinsip yang kuterapkan adalah tak hanya mengajar, namun juga ingin mendidik mereka. Kuanggap mereka sebagai anak-anak sendiri, dan aku minta agar mereka menganggap aku sebagai ibunya di sekolah. Hehehe… aku dikenal sebagai ‘guru galak’ karena aku suka kedisiplinan. Prinsip yang aku tanamkan pada mereka salah satunya yang paling berkesan adalah bu guru marah karena ada yang salah dengan kalian … sama seperti ibu kalian di rumah, jika marah pada kalian, apakah ibu berarti benci pada kalian??

Aku bisa tegas namun bisa juga menjelma bak seorang ‘tukul’ di depan kelas… Persis kek artis yang harus pandai memainkan peran… Capek juga namun ada kepuasan tersendiri saat anak-anak dapat menyerap pelajaran dengan baik sekaligus tidak merasa bosan…

***

Sekedar Ingin Mengenang

Ini beberapa foto yang kumaksud:

Foto sebagian murid laki-lakiku dari 24 siswa

Sekolah kami menerapkan sistem pemisahan kelas antara siswa laki-laki dengan perempuan, namun belum seimbang dengan tenaga pengajar senior untuk kelas 6, sehingga aku diserahi amanah pegang kelas laki-laki

Doohh nak… kalian kok jadi kek gini… hehehe… aku mengajar mereka pada 2006/2007, yang paling kecil itu adalah tangan kananku untuk mengatur kelas… Emosiku turut bersama mereka, saat penerimaan siswa baru SMP di kotaku berlangsung dengan sistem yang sangat mengecewakan, koneksi dan uang lebih dihargai daripada prestasi…😦

Anak yang berbaju putih adalah siswa yang jadi langganan omelanku karena malas dan usilnya, sehingga siswa yang lainnya menjulukinya, tiada hari tanpa omelan bu novi…, namun yang membuatku terharu adalah sampai sekarang dia selalu berkata, “Bu Novi adalah guru yang paling baik sedunia…” aah… kamu naakk..🙂

***

Sebagian murid-murid perempuanku dari 34 siswi

Selama 3 periode, aku memegang kelas perempuan, 2 periode kelas laki-laki dan 1 periode kelas campuran

Foto ini kuambil saat pengayaan, hari-hari menjelang perpisahan dengan mereka, 3 minggu sebelum UASBN, aku harus terbang ke saudi… mengharukan sekali saat perpisahan, hingga ada yang sms, tulisan terakhirku di papan tulis tidak mereka hapus…🙂

***

Inti dari perenunganku kali ini adalah bahwa mendidik itu memang naluri wanita. Tak usahlah berkecil hati, bila seorang wanita yang berpendidikan tinggi, akhirnya hanyalah menjadi seorang ibu rumah tangga. Justru, ditangan kitalah anak-anak pertama kali bersekolah sebelum mereka terjun ke sekolah formal.

Seorang penyair berkata,

Ibu adalah madrasah jika kamu menyiapkannya
Maka dia menyiapkan generasi berkarakter baik

Penyair lain berkata,

Apabila para ibu tumbuh dalam ketidaktahuan
Maka anak-anak akan menyusu kebodohan dan keterbelakangan

***

Mendidik adalah naluri wanita, oleh karena itu hendaknya para wanita membekali dirinya dengan ilmu agama dan pengetahuan umum, agar dapat mendidik anak-anaknya dengan baik. Kalaupun merasa kurang, boleh juga mempercayakannya kepada sekolah yang mempunyai visi dan misi yang benar dan bagus, dengan tetap menjaga kerja sama, jangan hanya sekedar dipercayakan penuh pada sekolah…

Yang jadi pertanyaanku hingga saat ini:

mengapa anak-anak cenderung lebih takut dan lebih percaya kepada gurunya yaa daripada kepada orang tuanya sendiri??

Hehehe… pernah ada salah seorang wali murid yang juga merupakan seorang guru sebuah SD negeri, mengeluhkan padaku, bahwa anaknya tak mau diajari cara lain untuk memecahkan soal matematika… gara-gara tak sama dengan cara yang kuajarkan… (padahal aku membebaskan murid-muridku untuk menggunakan beberapa rumus untuk menyelesaikan soal matematika)

Ada yang bisa jawab pertanyaanku di atas??

Entry filed under: renungan dan curhatku. Tags: .

Bila Bete Menyergapku Hehehe… Lumayaaan…

23 Comments Add your own

  • 1. alisnaik  |  January 12, 2010 at 7:45 am

    selamat pagi. kayaknya dapat PERTAMAX nih😛

    ibu guru yang satu ini lagi rindu sama murid-muridnya ternyata. hmm..
    kalo anak lebih percaya sama guru daripada orang tuanya,
    yaah, lihat2 dulu bagaimana karakter guru dan orang tuanya seperti apa.
    menurut saya begitu.

    oh ya, ada hadiah buat mbak Sunflo, silahkan diambil di blog Alisnaik. sebenarnya bukan barang baru sih.. hehe.
    ambilnya di tulisan “AWARD BALAS DENDAM 2”

    iya roel…dan aku ingin sekali membuktikan, apakah anak2ku nanti lebih nurut kemana… inshaAllah akan kuambil, makasih ya roel…

    terima kasih dan mohon maaf😮

    Reply
  • 2. abrus  |  January 12, 2010 at 8:21 am

    Nuansa rindu pada kerinduan masa lalu mendayu-dayu …🙂 … bagiku itu logis dan manusiawi, apalagi kini jauh dinegeri orang … hehehe ….

    woww … kalau anak2 lebih takut dan percaya pada gurunya … ya gak ada istimewanya karena *guru untuk digugu dan ditiru” …😉 … awas aja kalau ini yang terjadi “guru kencing berdiri murid kencing berlari” … hikzz …😦

    truzzz … kini yg melegahkan hati, profesi guru “bukan lagi omar bakriiiiii ….😛 … mode On lagu omar bakri …

    karena aku mencintai pekerjaanku tersebut brus… tidak hanya sekedar bekerja, namun juga berbagi, dan interaksi dengan mereka sangat mewarnai dan memotivasi hidupku

    Reply
    • 3. abrus  |  January 12, 2010 at 12:47 pm

      Yoiii … pasti dulu bu guru idola mereka … perginya ditangisi … ntar kalo balik kesitu … pasti ditangisi lagi …😀 …dlm nuansa ceria dan bahagia … 🙂 … cik-gu idaman pulang kembali …😛

      Reply
      • 4. abrus  |  January 12, 2010 at 12:53 pm

        aneh kena moderasi … ya gpp …😦

      • 5. abrus  |  January 12, 2010 at 12:54 pm

        lho … kmn tuh komen … ilang ? ulang gak ya …😦

        tadi masuk ke kotak spam, brus..

    • 6. abrus  |  January 12, 2010 at 12:51 pm

      yoiii sunflo … pasti dulu jadi bu guru idola mereka … lihat wajah anak2 ceria harapan bangsa …😀

      Reply
  • 7. nakjaDimande  |  January 12, 2010 at 8:31 am

    WOOOWWW.. Senyum bening itu, memang akan sangat membuat rindu sunflo.

    ya bundo, senyum dan keceriaan mereka yang sunflo rindu, karena sunflo juga sebagai teman mereka di sekolah… apalagi pas jam makan siang, hingga saat sunflo sembunyikan ttg berita keberangkatan sunflo k saudi, dan sunflo terdiam, ada murid yg nyletuk, “Ibu kenapa? seperti ada yang dipikirkan??” Sunflo bilang, ” Gapapa nok, mikirin kalian saja..” kataku seraya kaget sambil senyum… Kami saling peduli dan memperhatikan… pokoknya seru dech bund…

    Reply
  • 8. abrus  |  January 12, 2010 at 8:32 am

    sunflo komen nyambung gak ya? …😦 …buru2 nich … soalnya mo macul … cari sesuap nasi … ntar balik ya …

    selamat mengais rahmat Allah, brus… semoga barokah…aamiin

    Reply
  • 9. nuun  |  January 12, 2010 at 1:43 pm

    Lebih percaya kepada gurunya dibanding kepada orang tuanya sendiri, bisa jadi si anak dalam kesehariannya lebih dekat dg sang guru. Jika di sekolah ia bisa lebih kurang 5 jam, di rumah ia tidak sempat bertemu dengan orang tua karena kesibukan karir. Hingga curhatpun lebih banyak dengan guru. Atau mungkin sang ortu bukan solve problem yang baik. Si ortu hanya bertugas untuk menyekolahkan, bukan mendewasakan.

    Kalo lebih takut, bisa jadi setiap keputusan yang diambil seorang guru akan sangat berpengaruh negatif buat sang murid, dibanding keputusan yg diambil orang tua, yang bagi si murid, tak berpengaruh kemanapun.

    Ah, itu baru mungkin…🙂

    keknya benar dech nuun, soalnya mereka 7 jam bersamaku, orang tuanya pada sibuk, jadilah mereka lebih terbuka sama gurunya…

    Reply
  • 10. sandalilang  |  January 12, 2010 at 2:17 pm

    hehehe.. aku rasa jawabannya karena mereka menemukan betapa menyenangkan proses belajar dengan mbak (justru dengan membebaskan mereka untuk menggunakan rumus apa saja).. It is just IMHO

    alhamdulillaah sand… dan aku menikmatinya pula

    Reply
  • 11. yangputri  |  January 12, 2010 at 2:54 pm

    oohh mbak sunflo bu guru yaaaaa……??

    iya put….🙂

    Reply
  • 12. bintangtimur  |  January 12, 2010 at 3:54 pm

    Sunflo, baca posting ini mata saya kok jadi berkaca-kaca ya…!
    Lihat foto murid-murid itu, saya jadi makin yakin bahwa Sunflo guru yang cool…foto mereka ekspresif dan enak dipandang…
    Tapi begitu saya baca tugas seorang ibu, huhuhu, saya jadi kangen sama anak saya yang lagi libur di rumah neneknya di Surabaya.
    Kutipan tentang ibu yang diulis Sunflo itu, membuat saya hampir menangis, begitu mulianya seorang ibu dan guru mendidik sebuah generasi.
    Sama dengan tugas Sunflo dulu, mengajari mereka sehingga tidak mau berpindah ke lain rumus…hehehehe
    Saya di awal nulis komentar…😦
    Ekspresi saya akhirnya…😛
    Makasih ya!

    sama sis, sy juga berkaca-kaca baca komentar ini… really, i missed it n them so… cant say anything anymore… u r welcome sis…

    Reply
  • 13. dan  |  January 12, 2010 at 5:27 pm

    “mengapa anak-anak cenderung lebih takut dan lebih percaya kepada gurunya yaa daripada kepada orang tuanya sendiri??”

    masa sih? mungkin karena gurunya yang lebih banyak mendidik dg baik, coba kalau ortunya yg lebih banyak mendidik dg baik.

    iya mungkin dan…makanya ortu perlu juga memberikan perhatian plus pada buah hatinya..

    Reply
  • 14. Zapira  |  January 12, 2010 at 5:28 pm

    Selamat sore miss Sunflo, pha kabar?
    Wah agak jauh juga dari cita-citanya…ya..astronot ke guru..Tapi tak apalah, itulah yang terbaik untuk miss Sunflo. Ada yang lucu juga tuh..pengen ketemu mahluk luar angkasa…ternyata cuma ketemu mahluk bawah angkasa…Tenang aja..Guru tetaplah terhormat sepanjang masa..bahkan ia bagian dari Pahlawan..walaupun Pahlawan tanpa tanda jasa….katanya.
    Dan memang benar bahwa naluri wanita itu adalah salah satunya mendidik. Mendidik anak didik/kandung sama mulianya, yang penting ikhlas menjalankannya. Sukses selalu untukmu sahabat!

    iya Zap… makasih atas supportnya yaak..

    Reply
  • 15. melly  |  January 12, 2010 at 8:16 pm

    duuh senengnya punya guru kek gini
    mengenang siswanya

    jujur aja aku terharu baca kenangan2 diatas..hehe
    jadi inget masa2 sekolah dulu

    ahh… aku juga kangen ma mereka, terharu biru campur dari satu mell… ^^

    Reply
  • 16. techno  |  January 12, 2010 at 8:59 pm

    aku inget kenangan2 di tk sd dan smp buu. .

    yang sma masih dijalani. .wkwkwkk. .

    indah kan Di??

    Reply
  • 17. wahyu  |  January 12, 2010 at 11:36 pm

    jadi guru emang banyak kenangannya bu..
    saya ketemu lagi guru SD saya di fb..
    saya juga sempat membuatkannya blog di papanori . co . cc
    beliau giat sekali menulis karya sastra..dari dulu…

    dulu kami sering dimarahinya..takut karena guru kami itu besar badannya hehe
    tapi seakan itu semua hilang saat saya ketemu lagi di dunia maya beberapa waktu silam

    semuanya memberikan kenangan manis Rez… saat kita sudah berpisah darinya..

    Reply
  • 18. ismi  |  January 13, 2010 at 6:51 am

    memang menyenangkan bgt jadi guru, pengalaman praktek mengajar 3bln, plus 2 minggu ngajar bwt pnelitian telah memberiku berjuta warna…^^,
    kemaren2 ada exs muridku ketemu aq sampe nangis mbak, katanya kangen&ga percaya bs ktemu aq lg.
    kl masalah cenderung g mau diajar sama ortu sendiri, aq jg blm bs memecahkan. kasusnya sama dengan anak didikku (les), sama sekali g mw diajarin sama ortunya -_-‘

    iya is…pengalaman yang sangat manis…nice!!

    Reply
  • 19. wi3nd  |  January 13, 2010 at 12:48 pm

    aku san9ad in9in menjadi 9uru sistah,tapi belum kesampean9uru TK tepatnya,tapi jika bisa menjadi 9uru,setidaknya aku bisa menjd 9uru ba9i anak2Q kelak ju9a sekitarQ🙂

    hemm..sistah sedan9 ber rendevous rupanya..

    knapa anak itu menolak,mun9kin cara men9ajar sistah suda melekat diotaknya,dan ituh y9 di cernah dan san9ad mudah,makanya dia tidak mau pake cara lain🙂

    semoga wi3nd bisa jadi guru yang baik yaa… bekalilah mulai sekarang wi3nd… b^^

    Reply
  • 20. diajeng  |  January 13, 2010 at 3:32 pm

    wah murid2nya pandai bergaya juga,hehehe🙂

    iya🙂

    Reply
  • 21. bundadontworry  |  January 13, 2010 at 10:15 pm

    rupanya bu guru sedang rindu dengan murid2nya dulu,
    akh, benar2 sebuah pengabdian yg luhur, bunda selalu mengagumi seorang guru sejak dulu.

    mungkin anak2 ini merasa comfort diajar oleh guru pinter yg cantik seperti Mbak Novi ( sekarang jadi tahu nama aslinya), jadi mereka merasa percaya.
    salam.

    dooh… bunda tau diriQ cantik dari mana tuuuuh…:mrgreen:

    Reply
  • 22. Kakaakin  |  January 14, 2010 at 2:03 am

    Kalau yang kulihat dari keponakanku sepertinya karena gurunya baik hati, nggak pernah marah2 atau njewer. Sedangkan ortunya di rumah lebih sering marah2 dan tak segan2 menjewer, nyubit atau bahkan memukul…😦
    Wallhua’lam…

    semoga kita bisa menjadi guru yang baik bagi anak2 kita ya kin…

    Reply
  • 23. Desri Susilawani  |  January 19, 2010 at 3:34 pm

    mbak flo ini…bkin aku kangen saat masih ngajar di sd dulu….tapi sejak punya anak, aku jadi kurang menikmati profesi ini…jadi ga konsen ngajar. ingetnya sama anak di rumah mulu….

    berlalulah waktu Des…dengan kesibukan baru yang lebih menyenangkan dan berpahala besar inshaAllah…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,961,049 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

This is another one.. #myredrose #redrose in #mygarden #gardening on a #balcony #flowerporn #love #beautiful #instaflower #instapic Tampak atas.. Aku masih terkesima aja sama penampakan ini, meski sekarang udah habis, tinggal kenangan.. Tapi cakep yak.. #gaadayangnanya :)) #pudingsusu #silkypudding #pudingbuah #me #dessert #bikinsendiri #homemade #instapic

%d bloggers like this: