Satinah… Oh Satinah…

April 2, 2014 at 10:31 pm 6 comments

Sebelum berita itu dibicarakan oleh ramai publik di tanah air, suamiku tanya padaku, “Masih ingat sama Satinah?”
Aku bilang, “Iya.. Emang napa?”
“Sebentar lagi dia dieksekusi, aku tadi habis ngobrol dengan ust. — (teman suami yabg kerja di KBRI dan yang dilimpahi kasus satinah dulu setelah dari al qassim)” kata suami.

“Majikannya mengajukan tuntutan 15jt SR dan pemerintah (KBRI) baru bisa di angka 6jt M” tambahnya.

“Ga dibuka penggalangan dana ke publik?” tanyaku mengejar.
“Sudah.. tapi sepi.. mungkin karena kasus darsem kemarin jadi pada ogah nyumbang…”

Ga biasa-biasanya aku tongkrongi berita yang lagi trend selain dari hilangnya pesawat MH370 di salah satu TV swasta nasional. Pas breaking news.. eh, ada berita tentang satinah. Aku dan suami serta merta mengikuti ulasannya.
Tapi ada salah satu statement salah seorang aktivis di situ yang bikin aku risih.
Dikatakan olehnya, pemerintah kurang maksimal dalam bernegosiasi (kurang lebihnya kek gtu).

Awalnya aku cuek, ga tertarik. Karena aku lebih tertarik dengan MH370 dan orderan 1000 mawarku yang memaksaku untuk menyepi dari dunia luar (haiyyah!!).

Beberapa hari kemudian, aku lihat berita di socmed dan surat kabar online dengan fokus gambar ‘save satinah’.

Kuhela nafas.. dan aku mulai tergerak untuk aplod status di fb tentang kasus ini, setelah sebelumnya aku cuap-cuapin di twitterku.

Aku teringat awal tahun 2010 dulu, suamiku mendapat tugas dari mahkamah Buraydah untuk menjadi penterjemah dan sekaligus berdialog
dengan salah satu TKW Indonesia yang terancam hukuman mati.
Sepulang dari penjara suamiku langsung cerita padaku tentang pengalamannya hari itu.

Nama TKW itu Satinah, asal Semarang. Dia didakwa dengan 3 tuduhan: perzinahan, pembunuhan dan pencurian. Dan semua itu satinah akui.
Suamiku bilang, kasusnya berat, dia ga sanggup membelanya dan akan dilimpahkan ke KBRI Riyadh karena kasusnya juga akan diproses di mahkamah pusat.

Majikan satinah adalah seorang wanita yang sudah tua. Biasalah orang tua (apalagi orang arab).. rewelnya, ampyun dyeh…

Sang majikan suka memperlakukan satinah juga sang sopir di rumah itu dengan sikap yang kurang baik, cenderung dzolim kali…

Saat kaca mobil pecah karena peristiwa apa aku lupa.. yang mana bukan kesalahan sopir, maka majikan membebankan sopir untuk menggantinya.. Karena senasib sepenanggunggan, Satinah ikut membantu si sopir untuk mengganti kaca mobil itu. Saat diketahui majikan, Satinah malah dimarahi dan dituduh ada hati dengannya.

Mungkin karena merasa senasib itulah, tuduhan zina dilayangkan padanya. Aku luput untuk tak mengejar lebih lanjut tentang tuduhan itu, yang menurut pengakuannya telah dilakukan 2 kali.

Perlakuan majikan yang sangat menguji kesabaran itulah, yang pada akhirnya meledakkan benteng kesabaran satinah.
Yang aku ingat waktu itu, entah ada insiden apa gtuh, satinah memukul korban dari belakang dengan menggunakan kayu penggiling yang biasa buat bikin kulit pastel. Tau ngga? Kayu penggiling dari saudi mantebz bener kayunya loh.. Beraatt.. Seketika membuat korban ambruk. Untuk menyembunyikan korban yang badannya gede, sedang satinah bertubuh kecil, maka dia gunakan selendang saudi yang biasa buat kerudung itu untuk menyeret tubuh korban, kalau ga salah di bagian lehernya. Kemudian korban hendak ditutupi dengan kasur. Saat membuka kasur itulah, dia lihat sejumlah uang tersimpan di sana, nominalnya aku lupa..
Awalnya dia ga kepikiran buat nyuri, tapi karena mau kabur, maka uang itu dibawanya serta.

Dia kabur naik taksi. Di saudi, perempuan naik taksi sendirian itu sangat..sangat dicurigai. Ketangkeplah ia oleh polisi.

Kebetulan waktu itu satinah sedang dicari oleh keluarga korban yang mengetahui majikannya meninggal sedang satinah tak ada di tempat. Dari situlah terungkap kasus pembunuhan dan pencurian.

Hehe.. ga nyangka mo jadi trending topics sekarang ini, suamiku tak ingat jelas atau ga ada niatan untuk mengarsipkannya. Bahkan malah lebih kuat ingatanku akan kasus itu. Tugas dia menterjemahkan dan menanyai satinah, selesai ya sudah..
Terakhir suamiku sempat ngomong ke satinah, kurang lebih begini, “Mbak.. mbak.. (sigh) sampeyan itu datang jauh-jauh terseret kasus berat seperti ini. Istri saya juga orang Semarang.. ”
Maksudnya, prihatin sama-sama orang yang sedaerah dengan diriku..

Tanpa mengurangi rasa simpati dan prihatinku pada kasus itu…
Kini 4 tahun telah berlalu.. Menjelang pemilu. Kenapa harus Satinah yang kebetulan keputusan eksekusinya akan dijatuhkan bulan April ini.
Kenapa harus Satinah? Sementara masih ada puluhan bahkan ratusan TKW n TKI kita yang terancam hukuman mati?
Sementara masih banyak ratusan saudara-saudara kita TKI dan TKW yang kurang beruntung terjebak di bawah jembatan Kandara Jeddah, dengan kondisi yang memprihatinkan?
Aku pernah lihat di TV, ada salah seorang TKW yang belum bisa pulang ke tanah air sedang diwawancarai, saat itu dia sedang sakit, tapi dia optimis bisa pulang.
Saat direportase lagi kondisi mereka oleh TV yang sama, di lain waktu… dia telah meninggal karena sakitnya..😦

Pemerintah butuh dana  besar dan negosiasi berat untuk memulangkan mereka ke tanah air.

Cobalah sama-sama migrant, tolong tuh dibantu penggalangan dana untuk mereka yang jelas luntang lantung di sana..

Bukannya meremehkan satu nyawa seorang Satinah.. tapi.. sigh.. entahlah dan ya sudahlah.. 😦 Semoga apa yang telah diusahakan dan digembar-gemborkan itu ikhlas ga ada unsur atau muatan politis.

Sepertinya Satinah akan berhasil dibebaskan dari hukuman mati itu, karena pemerintah berhasil melobi keluarga korban untuk menurunkan tuntutannya.
Syukurlah kalo begitu.. Tapi aku pingin, semoga ga kayak Darsem. Tau sendirilah ceritanya, yang bikin ilfil banget tuh..😦
Satinah mau taubat nasuha, memperbanyak kebaikan dan tahu membawa diri setelah banyak yang peduli sama dia.

Sobs, kita mungkin bisa saja lepas dari jerat hukuman di dunia yah?? Tapi kalau di akhirat??

😐

***

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , .

Keranjang Air Mineral Gelas Hias Flanel Buket Bunga Flanel untuk Meja dan Podium

6 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger

NOVI dengan nama pena SUNFLO ... ^^ Silahkan ambil yang bermanfaat dari sini, tanpa harus meninggalkan jejak atau komentar, kalau mau copas, silahkan, tapi harap yang bertanggungjawab...

sunflo’s Calendar

sunflo’s posting

April 2014
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Translate My Blog

Translate this blog into different languages...
العربية
english
Français
हिन्दी

Archives

Blog Stats since August '09

  • 3,957,967 hits

sedang ada di kebun sunflower

”amung

visitors traffic

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 393 other followers

Like My Site

FP NOVI NOUF

Instagram NoviNouf

Tamu tak diundang.. Nyopiri abi yg mo ngisi khutbah nikah di Cilimus, dari pada eikeh memble sendirian di mobil nunggu hingga hajat selesai, akhirnya dipersilahkan duduk di kursi tamu. Niatnya mah numpang duduk manis aja, eh.. Dapat souvenir n snack juga deh.. Alhamdulillaah.. Kipasnya cantik-cantik, ada warna pink, ungu n biru.. #kipas #kipastangan #kipascantik #souvenir #kondangan #hajatan #nikah #me #tamu #guest #jalanjalan #jelongjelong Rasanya.. As usual, cuma.. Aq pake resep sponge cake ekonomis: 
4 butir telur
100 gr terigu
100 gr gulapasir
1/2 sdm emulsifier
50 gr mentega
#tiramisu #italiandessert #me #homemade #baking #bikinsendiri #enyakenyak #nomnom

%d bloggers like this: